2016, Target Investasi di Sumut Baru Terealisasi Rp6 T

gubsu-investasi-2
M24.CO|MEDAN

Soal Gubsu, HT Erry Nuradi meminta kepada seluruh stakeholder agar mendukung investasi di Sumatera Utara yang merupakan motor penggerak perekonomian. Jaminan keamanan berinvestasi dari aparat terkait terutama polisi dan kenyamanan berinvestasi dengan izin yang tidak berbelit-belit hingga pencegahan pungutan liar.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM RI Ir MM Azhar Lubis, M.Si menjelaskan pertumbuhan ekonomi ditopang oleh konsumsi masyarakat 55%, pengeluaran pemerintah 9%, investasi 33% dan sisanya ekspor dan impor.

Penyumbang terbesar kedua adalah investasi. Investasi harus kita tingkatkan karena ada 2,5 juta pekerja baru yang masuk setiap tahun. PNS moratorium dan tidak semua tenaga kerja mampu berwira usaha. Karenanya kita harapkan dari dunia usaha menciptakan lapangan kerja. Mau tidak mau investasi harus menjadi gerakan nasional yang sama-sama dijaga. Dalam lima tahun yaitu periode 2015-2019 dengan target investasi nasional senilai Rp 3.500 triliyun. Saat ini menurutnya sudah terealisasi Rp 1.600 triliun. Meskipun saat ini ekonomi regional turun namun targetkan kita terus meningkat.

Tahun 2016 target investasi naik 14% menjadi Rp 594,8 tiliun dimana pada Semester 1 tahun 2016 ini dicapai target Rp 298 triliun. Untuk Sumatera Utara, menurut Kepala Badan Penanaman Modal Purnama Dewi dari target nilai investasi Rp 12 triliun, pada semester 1 sudah terealisasi Rp 6 triliun.

Azhar Lubis menambahkan pihaknya sudah mengeluarkan senilai Rp 1.870 triliun persetujuan investasi dari bulan Januari sampai September 2016. “Persetujuan ini harus dikawal bersama agar komitmennya dapat terealisasi. Karena persetujian tanpa realisasi tiadak ada artinya,” kata Azhar.

Ketua Panitia, Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) Provinsi Sumatera Purnama Dewi Sosialisasi adalah tindaklanjut penandatanganan kesepakatan kerjasama antara Badan Koordinasi Penanaman Modal RI dengan Kepolisian Negara RI tentang Perlindungan dan Keamanan Bagi Dunias Usaha untuk mendukung Kegiatan Investasi di Indonesia pada tanggal 19 September 2016.

Kesepakatan itu telah ditindaklanjuti dengan disusunnya pedoman kerjasama antara BKPM RI dan Kepolisian RI tentang Koodinasi Perlindungan Keamanan Bagi Dunia Usaha untuk mendukung kegiatan investasi di Indonesia. Pedoman kerjasama itu akan disosialisasikan ke seluruh Indonesia, dimana untuk regional I Sumatera diawali dengan kegiatan sosialisasi di Medan, Sumatera Utara.

Hadir Wakil Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Kepolisian Republik Indonesia Irjen Pol Drs Eko Hadi Sutejo, Kapolda Sumut Irjen Pol Dr Rycko Amelza Dahniel, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Adhi Pranoto, anggota DPD RI Parlindungan Purba, Ketua Kadin Sumut Ivan Iskandar Batubara, Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Mujiono, Kasubdit 1 Direktorat Ekonomi Baintelkam Polri Kombes Pol Dally Achmad Mutiara, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM RI Ir MM Azhar Lubis, M.Si Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) Provinsi Sumatera Purnama Dewi. Turut pula hadir Bupati Palas, Madina, Labuhanbatu, wakil bupati Deliserdang, Pj Walikota P. Siantar dan lainnya, Kapolres se-Sumut, pimpinan BUMN/BUMD, ketua asosiasi pelaku usaha, investor PMA dan PMDN, kepala SKPD penanaman modal daerah se Sumut.(winsah)

Loading...
author