6 Perusahaan di Sumut Baru Manfaatkan Pasar Modal

M24.CO|MEDAN

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatan kegiatan sosialisasi ini dimaksudkan untuk lebih menyebarkan informasi terkait pasar modal kepada pelaku usaha di daerah sehingga pemanfaatan pasar modal di daerah sebagai sumber pendanaan dapat ditingkatkan, khususnya mendorong pengembangan usaha di Provinsi Sumatera Utara.

Semakin banyak perusahaan di daerah yang melakukan initial public offering (IPO) tentunya akan meningkatkan perekonomian darah dan mendorong munculnya sentra-sentra ekonomi yang lebih menyebar, tidak hanya terkonsentrasi di daerah tertentu.

Menurut Nurhaida pendanaan melalui pasar modal memiliki nilai tambah tersendiri bagi dunia usaha khususnya maupun masyarakat secara umum. Pasar modal mempertemukan langsung kelebihan dana pada masyarakat dengan kebutuhan dana perusahaan. “Sehingga diharapkan biaya modal (cost of fund) pendanaan dari pasar modal akan lebih rendah,’’ ujarnya.

Dikatakannya provinsi Sumatera Utara saat ini baru terdapat 6 perusahaan yang telah memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan, baik dari penerbitan saham maupun obligasi yakni, PT Toba Pulp Lestari Tbk, PT Bank Sumut, PT Bank Mestika Dharma Tbk, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk dan PT Atmindo Tbk.

Selain melakukan sosialisasi sejenis di berbagai daerah lanjutnya OJK juga secara konsisten terus melakukan pendalaman pasar dan penguatan infrastruktur Pasar modal dengan cara lebih menyederhanakan lagi proses IPO, pengembangan infrastruktur bagi UMKM untuk go Public, dan peluncuran sistem registrasi IPO secara elektronik serta meningkatkan jumlah investor lokal.

“Diahrapkan kesempatan memperoleh pendanaan dari Pasar Modal untuk perusahaan yang ada di Sumut khususnya dapat dimanfaatkan secara optimal, ” ujar Nurhaida.

Hadir dalam sosialisasi itu Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal Noor Rachman, Kepala Kantor Regional V OJK Sumut Lukdir Gultom, Direktur Bursa Efek Indonesia Nicky Hogan, Deputi Keuangan Bursa Efek , perwakilan Kadin dan para pengusaha yang ada di Sumatera Utara dan undangan.[winsah]

Loading...
author