Aset Bank Syariah di Sumut per September 2016 Rp11,55 Triliun

momentum-satukan-industri-keuangan-syariah-3umM24.CO|MEDAN
Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Ahmad Soekro Tratmono mengatakan kegiatan dalam upaya meningkatkan keuangan syariah ini perlu diapresiasi dan dibanggakan.

Literasi keuangan masih rendah sehingga kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat untuk meningkatkan keuangan syariah.

Soekro menyebut per 2 September 2016 total aset perbankan syariah nasional Rp331 triliun, mampu melampaui 5,13 persen industri syariah. “OJK akan terus mendorong industri jasa keuangan syariah seperti perbankan, Industri Keuangan Non Bank atau IKNB dan pasar modal,” katanya Sabtu di Acara Keuangan Syariah di Pekan Raya Sumut Sabtu (19/11/2016).

Data dari Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumut yang diterima, total aset bank syariah di Sumut per September 2016 sebesar Rp11,55 triliun, DPK Rp9,65 triliun, total pembiayaan Rp8,87 triliun dengan financing deposit ratio (FDR) sebesar 91,93 persen.

Angka itu bertambah dari Agustus 2016 yakni aset Rp10,53 triliun, DPK Rp9,10 triliun, pembiayaan Rp7,87 triliun dan FDR 86,53 persen.

Dalam roadmap yang ada, jelasnya, share bank umum Syariah, Unit Usaha Syariah diharapkan tercapai 10 persen pada tahun 2018. Jadi seperti Bank Syariah Bank Sumut harus punya aset minimal 10 persen dari induknya. “Ini perlu didorong agar perbankan syariah bisa solid,” katanya.

Soekro menyebut BPD Aceh kini telah dikonversi menjadi Bank Umum Syariah (BUS), provinsi-provinsi lain juga menyusul untuk mengkonversi bank daerah menjadi bank syariah. Kini di Indonesia ada 13 BUS (termasuk setelah BPD Aceh dikonversi jadi BUS), 21 Unit Usaha Syariah (UUS) dan 165 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). “Kami harapkan ada asosiasi bank syariah di Sumut,” katanya.

Soekro berharap semoga industri bank syariah di Sumut menjadi industri terbesar di Indonesia dan memberikan kontribusi yang besar pula.

Sementara Kepala Regional 5 OJK Sumbagut Lukdir Gultom menambahkan dalam survei 20.000 responden di delapan provinsi di Indonesia, terungkap literasi keuangan hanya 20 persen saja. “Literasi keuangan masih sangat kecil sekali,” ujarnya.

OJK Sumbagut menurutnya terus meningkatkan literasi keuangan dengan berbagai cara antara lain menggelar Pasar Keuangan Rakyat pada 26-27 Oktober 2016 di Medan, sosiasiliasi pasar modal dengan tema “Yuk Nabung Saham” dan “Aku Cinta Keuangan Syariah” (ACKS) ini yang ketiga di penghujung tahun. “Kami terus mendorong tumbuhnya literasi keuangan, termasuk peningkatan keuangan syariah,” pungkasnya.(nis)

Loading...
author
Not Cool, Not Handsome, Not Rich, Not Famous too... Just the Sinner's wanna try to be nice MAN