Asian Agri Bangun Kemitraan dengan Petani Sawit

M24.CO|LABURA

Rendahnya produktifitas kebun sawit petani akibat buruknya bibit yang menyebabkan kesulitan pupuk dan pengelolaan kebun secara konvensional, merupakan masalah klasik yang selalu dihadapi oleh petani sawit swadaya.

Hal tersebut mengakibatkan produktivitas kebun petani tidak maksimal, yakni diperkirakan kurang dari 12 ton/thn/ha.

Oleh karena itu, Asian Agri berinisiatif secara berkesinambungan membangun kemitraan dengan para petani sawit swadaya, dalam upaya intensifikasi kebun kelapa sawit rakyat.

“Sebagaimana kita ketahui, menurut data Statistik Perkebunan Indonesia Komoditas Kelapa Sawit 2013 – 2015 bahwa total luasan kebun sawit di Indonesia sebesar 42%-nya merupakan perkebunan rakyat. Oleh karena itu, intensifikasi kebun rakyat merupakan hal yang penting dan harus segera dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan membangun kemitraan,” ujar Rafmen, Koordinator Petani Swadaya Asian Agri, Selasa (4/10/2016).

Adapun bentuk kerjasama kemitraan antara perusahaan dengan petani yang tergabung dalam Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Labura ini adalah memberikan penyuluhan teknis budidaya kelapa sawit yang baik, mulai dari pemilihan bibit unggul, penanaman, perawatan hingga pemanenannya, bahkan jaminan pembelian TBS (Tanda Buah Sawit) milik gapoktan oleh perusahaan mitra.

Menurut Rafmen didampingi Manajer Pabrik PT ISJ (Indo Sepada Jaya), Sariaman Saragih menyatakan kesiapannya untuk menerima dan mengelola TBS petani swadaya di pabriknya.

Sementara itu, Irhamsyah Lubis, Ketua Gapoktan yang juga merupakan Kades Perlabian menyambut baik inisiatif Asian Agri melalui unit usahanya PT Indo Sepada Jaya (PT ISJ).

“Selaku Ketua Gapoktan, kami berterimakasih atas kepedulian PT ISJ yang telah berinisiatif merangkul kami. Harapan kami, dengan kemitraan ini akan mendatangkan manfaat yang besar kepada masyarakat Desa Perlabian,” ujarnya didampingi Sekretaris Gapok, Doni Pranando Harahap dan Bendahara, Supadmanto.(rel/winsah)

Loading...
author