Awal Pekan, Rupiah Tembus Rp13.410 dan IHSG ‘Loyo’

120

MEDAN|Rupiah berhasil menguat namun IHSG melemah. Nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar bergerak menguat di awal pekan ini. Pada senin (23/1) Rupiah dibuka di angka 13.383 per US Dollar menguat dibandingkan pada penutupan sebelumnya yang berada di angka 13.410. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benyamin kepada M24.CO hari ini.

“Sampai Senin sore (23/1) Rupiah masih diperdagangkan menguat bergerak dikisaran 13.339 menguat 71 poin atau 0,53 persen. penguatan nilai Rupiah atau pelemahan yang terjadi pada US Dollar ini efek dari pelantikan presiden baru Donald Trump pada jumat (20/1) kemarin. Donald Trump dalam pidato pertamanya saat inagurasi pasca pelantikannya memberikan sinyal untuk melakukan kebijakan proteksionisnya terhadap AS misalnya kebijakan dalam membeli produk Amerika tersebut,” katanya.

Dia menjelaskan Trump juga memberikan sinyal menjalankan kebijakan proteksionisnya dalam perdagangan luar negerinya. Selain itu Trump juga berencana untuk menarik diri terhadap kerjasama Trans-Pacific Partnership dan negosiasi ulang dengan Negara Amerika lainya seperti Meksiko terkait dalam perjanjian perdagangan bebas.

Hal ini yang mempengaruhi lemahnya US Dollar tehadap mata uang lain yang diperdagangkan artinya bagus buat pergerakan Rupiah. Sedangkan nilai Rupiah terkait dengan sentiment dalam negeri masih minim yang mempengaruhinya karena keputusan Bank Indonesia yang membuat kebijakan untuk menahan suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate yang berada pada 4,75 sejauh ini cukup berhasil menjaga posisi nilai Rupiah yang tidak jatuh terlalu jauh dan hari ini senin(23/1) berhasil menguat.

“Dalam kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) dibuka menguat dibandingkan pada perdagangan sebelumnya berada pada level 13.382 bergerak ke 13.372 atau menguat 10 poin,” tegasnya.

Dia menegaskan berbeda dengan Rupiah, IHSG kembali ditutup melemah diawal pekan senin (23/1). IHSG yang sebelumnya ditutup pada di 5.254,31 dibuka melemah pada awal perdagangan dipekan ini yang berada pada 5.250,63. Walaupun IHSG sepanjang hari diperdagangkan di zona hijau namun kembali ditutup melemah sebesar 3,34 poin pada level 5.250,96 atau melemah 0,064 persen. IHSG yang melemah bukanlah dampak pasca dilantiknya Donald Trump sebagai presiden AS yang baru karena perekonomian Indonesia tidak terpengaruh dari kebijakan Trump nantinya.

“Namun, jika ia benar-benar melakukan kebijakan proteksionisnya Indonesia bisa saja bisa mengalami dampak secara tak langsung jika kebijakan Trump mempengaruhi kebijakan ekonominya terkait dengan China dan akan berakibat pada perekenomian Indonesia,” tambahnya.[winsah]

Loading...