SIBOLGA|Bank Indonesia perwakilan cabang Sibolga bersama Korem 023/KS melakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman terhadap bentuk dan corak uang rupiah baru Tahun emisi 2016.

Danrem 023 Richard mengatakan, sosialisasi ini sangat penting, untuk memberikan penjelasan dan meluruskan persepsi serta pemahaman masyarakat mengenai maksud dan tujuan dari pengeluaran uang rupiah NKRI tahun emisi 2016.

“Hal ini perlu dilakukan menyikapi maraknya isu kalau logo Bank Indonesia yang terdapat pada pecahan uang kertas itu dianggap menyerupai logo palu dan arit,” sebut Richard pada sosialisasi yang dilaksanakan di Aula Gupala, Makorem 023/KS.

Sementara Kepala perwakilan BI Sibolga Msias Junaifin menjelaskan, pada lambang tersebut ada dua sisi, yakni sisi depan dan belakang, namun jika diterawang, akan membentuk bulatan khusus dan menjadi satu yakni lambang Bank Indonesia (BI).

“Rectoverso ini suatu unsur pengaman pada uang kertas yang dibuat dengan teknik cetak khusus, sebuah gambar akan terlihat seperti ornamen yang tidak beraturan baik dilihat di bagian depan atau belakang, namun apabila diterawang akan membentuk sebuah gambar yang utuh. Yang tujuannya untuk mempersulit terjadinya tindakan pemalsuan,” jelas M Junaifin.

Kemudian Junaifin menepis isu yang berkembang saat ini, sebab penerbitan uang baru tersebut sudah melalui prosedur yang ketat, dan tepat, sesuai UU Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang.

Pantauan M24.CO. pada sosialisasi yang juga dihadiri Dandim 0211/TT Letkol Inf. Corry Siglingging, mewakili Polres Sibolga, para kabalakrem dan perwira TNI, PNS, tokoh masyarakat, tokoh Agama dan pimpinan Ormas, serta ibu-ibu Persit KCK dan Bhayangkari.(Andreas)

Loading...