Bulog Sumut: Desember Harga Cabai Merah Turun

Disperindag Medan Harus Awasi Harga Cabai Merah

Disperindag Medan Harus Awasi Harga Cabai Merah

M24.CO|MEDAN
Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumut memastikan bahwa Desember mendatang harga cabai merah sudah kembali normal. Dimana beberapa minggu belakangan harga cabai merah menembus Rp100 ribu perkilo. Jelas melambungnya harga tersebut memukul pengusaha kuliner.

Misalnya Sari (36) pedagang warung nasi di Sei Sikambing, dia sangat berharap harga cabai merah kembali normal. Sebab dia hanya bergantung dari warung nasinya untuk menghidupi keluarga.

“Mau naikkan harga nasi, takut pembeli lari, gak naik ya pasti minim pemasukan,” katanya Selasa (15/11).

Sari berharap pemerintah segera ambil langkah agar harga cabai merah segera normal. “saya hanya bisa menunggu, kalaupun harga nya tidak dapat lagi Rp 20 ribu perkilogram seperti dulu, paling tidak ada keringanan harganya dibawah Rp 50 ribu perkilogram,” ujarnya.

Sementara itu, Humas Bulog Sumut, Rudi Adlin Damanik mengatakan, saat ini memang sedikit sulit untuk menurunkan harga cabai merah. Dikarenakan panen cabai merah hanya ada satu daerah yaitu daerah Kabupaten Kabanjahe.

“Kita sudah lakukan terus menerus OP di beberapa pasar tradisional, hanya saja memang permintaan masyarakat dalam mengkonsumsi cabai merah tidak sebanding dengan pasokan yang kita punya, alhasil jadi naiknya melambung,”ujarnya.

Selain itu, Bulog Sumut selalu membeli cabai merah hingga 5 ton di beberapa kabupaten di Sumut, saat ini Bulog Sumut hanya dapat pasokan sekitar 200 hingga 250 kilo saja.

“Namun, kita akan jamin, kalau bulan Desember Harga cabai merah akan kembali normal, sebab bulan depan banyak daerah Kabupaten yang panen cabai merah,”katanya.

Seperti yang dikatakan anggota DPRD Medan fraksi PAN, Kuat Surbakti, harga cabai merah tahun ini cukup tinggi.

“Kita yakin tidak ada oknum oknum nakal yang bermain di harga cabai merah, namun begitupun, Disperindag Medan harus terus menerus mengawasi harga tersebut, agar kenaikan harga cabai ini tidak berlangsung lama,”katanya.

Kuat menambahkan, pasokan cabai merah didaerah kabupaten saat ini tidak banyak. Sebab selain pasokan, transport juga harus diperhitungkan. Cuaca yang ekstrim salah satu harga cabai merah mahal.

“Infrastruktur kita memang belum dapat menekan harga pangan yang menuju kota Medan, banyak supir supir pengangkutan pasokan pangan keluhkan hal ini, sehingga harga pangan ikut mahal,”ujarnya.

Selain itu, Kuat berharap agar kenaikan cabai merah ini tidak berlarut larut, sebab selain kota Medan, masih banyak kota lain yang mendapatkan pasokan dari Sumut. Seperti Batam maupun Pekanbaru.

“Daerah kita yang penghasil cabai merah saja bisa semahal ini, bagaimana dengan kota kota lain yang mengandalkan cabai merah berasal dari kota kita, jadi masalah ini memang tidak boleh dianggap sepele,”katanya.

Selain Disperindag, TPID dan Bulog juga harus ikut berperan dalam menurunkan harga cabai merah. “Saya meminta agar pemerintah tidak menganggap sepele hal ini, kasihan masyarakat yang serupa hari harus menggunakan bumbu dapur ini,”pungkasnya. (nis)

Loading...