BUMD Tapsel Kembangkan Ubi Kayu Varietas Adira di Sipirok  

ubiM24. CO|TAPSEL

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Tapanuli Selatan kini mulai mengembangan tanaman ubi kayu variates Adira diatas lahan kosong areal perkantoran di Sipirok.

“Kita sudah menanam sekitar 140 ribu batang ubi kayu varietas Adira di atas lahan kurang lebih 10 Ha di kawasan perkantoran Sipirok ini,” kata Direktur BUMD Tapsel, Hamdan Nasution saat berbincang dengan sejumlah wartawan di kantor Bupati.

Dengan meminjam lahan Mardinal (lahan kosong) pemerintah di daerah Sipirok ini BUMD optimis bertanam ubi hal yang menjanjikan. Saat ini ubi yang ditanam pada lahan 10 ha tersebut sudah berusia 3 bulan. Masa panen ubi ini sendiri hanya membutuhkan 8 bulan. Artinya tinggal lima bulan lagi ubi ini siap dipanen.

Dari hitung-hitungan Hamdan Nasution minimal dalam satu batangnya (pohon-red) bisa menghasilkan sekitar 4-5 kg ubi. Bila dikalikan 140 ribu batang jumlah ubi yang dipanen bisa mencapai 500.000-600.000 kg  bila harga ubi sendiri semisal terjual Rp.1000 per kg bukan tidak menjanjikan bahwa dalam lahan 10 Ha ini bisa menghasilkan uang kisaran Rp.500 juta hingga Rp.600 juta.

Dikatakan, dalam perhektar lahan kapasitas 10 ribu bibit batang ubi kayu dengan jarak tanam bibit 1 meter x1 meter.Ubi kayu tanaman yang mudah tumbuh dan gampang cara mengurusnya.

Terkait biaya produksi sekitar Rp12 juta-Rp13 juta per hektare sudah mulai dari pengadaan bibit batang, olah tanah, pemupukan sebanyak tiga kali, hingga perawatan.

Pensiunan Kadis Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Tapsel ini Handan Nasution optimis usaha yang dikelolanya secara suadaya tersebut bisa memberkan dukungan dana bagi kemajuan Tapanuli Selatan.

Dikatakan, program bertanam ubi ini di buatnya terinspirasi dari kabupaten Tobasa yang berhasil membangun dua unit pabrik seperti di Siborong-borong dan Porsea.

“Saya yakin dengan luasnya lahan kosong yang tanahnya cukup subur ini yakin daerah ini tidak kalah nantinya,” katanya.

 Dia juga berencana bila produksi kali ini baik, maka BUMD Tapsel merencanakan pendirian pabrik tapioca di daerah Tapsel ini. “Luas lahan yang dibutuhkan agar bisa menutupi kebutuhan pabrik cukup 3000 ha. Saya yakin kebutuhan itu bisa di peroleh di daerah Tapsel ini bila masyarakatnya juga tertarik menanam ubi dilahannya masing-masing,” tambahnya.(sabar)

Loading...
author