Diperkirakan Tahun Depan Ekonomi Tumbuh 5,5%

147

M24.CO|JAKARTA
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2017 pada rentang 5,1% hingga 5,5%. Proyeksi ini lebih rendah dari yang disampaikan sebelumnya yakni 5,2% hingga 5,6%. Akan tetapi, proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan tahun ini 4,9% s/d 5,3%.

Prediksi ini katanya tergantung juga pada pemulihan komoditi, kondisi ekonomi Cina, dan stabilitas kurs mata uang. Selanjutnya, kondisi dunia usaha.

“Saat ini kondisi dunia usaha sudah meningkat, salah satunya dari implikasi kebijakan tax amnesti periode pertama yang sudah berjalan. Di mana, kalau pada periode pertama tax amnesti tersebut pengusaha masih menunggu. Artinya, apakah membayar pada saat itu atau tidak. Namun akhirnya, pada periode pertama tax amnesti sudah berjalan cukup sukses,” cetus Mirza disela-sela temu wartawan daerah Bank Indonesia di Hotel Grand Mercure, Jakarta.

Menurutnya, tahun depan diprediksi ada pemulihan harga komoditi tetapi tidak signifikan. Namun, paling tidak ada perubahan. Kemudian, stabilitas kurs yang akan membuat dunia usaha akan kembali berekspansi.

Lebih lanjut diutarakannya, kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia disumbang oleh beberapa daerah atau pulau. Seperti, 22% dari Sumatera, 9% Kalimantan, dan Jawa sekitar 58%-60%.

“Sumatera dan Kalimantan besar sekali ketergantungannya terhadap perkebunan dan pertambangan. Seperti perkebunan karet, kelapa sawit, pertambangan batubara dan lainnya. Sehingga ketika harga produk-produk perkebunan dan pertambangan itu jatuh, katakan saja tahun 2014 atau 2015. Pada masa itu, pertumbuhan ekonomi di Sumatera hanya sedikit saja terkena dampak ke mereka,” tuturnya

Nah sekarang, sambungnya, pada awal tahun harga-harga produk tersebut (batubara, kelapa sawit, karet serta lainnya) sudah ada pemulihan. Akan tetapi, pemulihan yang terjadi tidak signifikan. Kemungkinan sekitar 10 persen s/d 15 persen.

“Kita lihat iklim ekonomi di Sumatera pada kuartal I dan kuartal II tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama. Kondisi ini juga bila dibandingkan Pulau Sulawesi dengan pertumbuhan yang kecil antara 6 hingga 8%. Karena, di daerah ini (SUlawesi) tidak tergantung dengan produk perkebunan dan pertambangan. Melainkan, produk pertanian umum dan perdagangan. Sedangkan di Bali, kondisinya tergantung di sektor pariwisata. Di Bali ini bisa tumbuh 6 hingga 6,5%. Sementara di Jawa 5 sampai 5,5%,” pungkas Mirza. (nis)

Loading...