Emas Redup Ditekan Dollar AS

M24.CO|JAKARTA

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena dolar AS menunjukkan penguatan luar biasa.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun US$ 0,6 atau 0,05 %, menjadi menetap di US$ 1.223,90  per ons troi.

Pedagang mengamati dollar AS menghabiskan sebagian besar harinya di dekat tertinggi 13-tahun, menempatkan tekanan kuat terhadap logam mulia karena indeks dollar AS naik 0,37 % menjadi 100,51 pada pukul 18.20 GMT.

Indeks adalah ukuran dari dollar AS terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dollar AS biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dollar AS menjadi lebih mahal bagi investor.

Namun, logam mulia dicegah dari penurunan lebih lanjut karena Dow Jones Industrial Average AS turun 80 poin atau 0,42 % pada pukul 18.20 GMT.

Analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman, sementara sebaliknya ketika ekuitas membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun.

Emas diberi dukungan lebih lanjut ketika laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Rabu menunjukkan indeks harga produsen (PPI) lebih buruk dari yang diperkirakan, datang tidak berubah selama Oktober.

Analis mencatat ekspektasi untuk pertumbuhan 0,2 % yang merupakan ujung terendah dari kisaran konsensus. Para analis yang sama mencatat bahwa bagian laporan energi mencegah angka PPI mencapai angka negatif.

Selain laporan-laporan ekonomi pada Rabu, laporan indeks harga konsumen, rumah baru dibangun (housing starts), klaim pengangguran mingguan, Survei Prospek Bisnis Federal Reserve Philadelphia akan dirilis pada Kamis, dan terakhir beberapa pejabat Federal Reserve dijadwalkan akan berbicara pada Jumat (18/11).

Perak untuk pengiriman Desember turun 11,6 sen, atau 0,68 %, menjadi ditutup pada US$ 16,927 per ons troi. Platinum untuk pengiriman Januari naik US$ 11,8, atau 1,26 %, menjadi ditutup pada US$  946,50 per ons troi.(kontan)

Loading...
author