Gabah Kosong, Penyaluran Beras TTI Terkendala

BERAS

BERAS

M24.CO|MEDAN
Kosongnya gabah akibat belum masuknya musim panen menyebabkan penyaluran beras Toko Tani Indonesia (TTI) di pasaran terhambat. Kendala lain, tingginya permintaan masyarakat juga memicu terjadi percepatan penjualan beras tersebut.

Kepala Bidang Distribusi dan Akses Pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Sumut, Ahmad Syafri mengatakan beras TTI tertunda masuk di beberapa tempat karena perhitungan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) tidak sesuai dengan di lapangan.

“Menurut perhitungan petani sebenarnya 2 minggu beras akan habis. Tetapi belum sampai seminggu barangnya juga sudah habis di pasaran. Sekarang juga tidak musim panen,” katanya.

Ia menuturkan Gapoktan saat ini tengah mencari sumber gabahnya di kabupaten lain. “Kita belum punya data lengkap TTI mana saja yang tidak ada. Tetapi petani saat ini mencari sampai ke Sergai, Langkat dan lainnya untuk penyaluran tersebut,”

Sebenarnya, kata Syafri, beras TTI masih ada di beberapa tempat bahkan tidak terputus penyalurannya. Namun, barang tersebut habis karena ada masyarakat luar kecamatan TTI itu yang mengambil beras ke toko tersebut. (nis)

Loading...