Harga Emas Antam Merangkak Naik Rp2.000

91

JAKARTA|Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk hari ini, Senin (9/1) bergerak naik. Seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam Rp 582.000. Angka ini naik Rp 2.000 dari posisi harga Sabtu (7/1) kemarin. Sedangkan harga rata-rata satu gram emas untuk pecahan 500 gram dibanderol seharga Rp 542.600 per gram.

Sedangkan harga pembelian kembali (buyback) emas Antam hari ini turun Rp 1.000 jika dibandingkan harga sebelumnya. Harga buyback emas Antam hari ini berada di angka Rp 502.000 per gram.

Adapun harga emas batangan milik Antam dalam pecahan lainnya per hari ini, yakni:

1 gram: Rp 582.000
5 gram: Rp 2.765.000
10 gram: Rp 5.480.000
25 gram: Rp 13.625.000
50 gram: Rp 27.200.000
100 gram: Rp 54.350.000
250 gram: Rp 135.750.000
500 gram: Rp 271.300.000.

Binar harga emas masih bisa bertambah terang. Masih banyak ketidakpastian yang berseliweran di pasar global. Jadi, minat pasar terhadap aset safe haven seperti emas juga masih besar.

Memang, harga emas kontrak pengiriman Februari 2017 di Commodity Exchange akhir pekan lalu (6/1) turun 0,67% ke US$ 1.173,40. Tapi, kalau dihitung dalam periode sepekan, harga komoditas logam mulia ini masih naik 1,88%.

Research and Analyst Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra menuturkan, koreksi akhir pekan lalu terjadi karena investor wait and see; menunggu rilis data ketenagakerjaan AS. Jadi, koreksi cuma sementara.

Apalagi, data tenaga kerja AS ternyata kurang oke. Penyerapan tenaga kerja swasta di luar sektor pertanian AS Desember lalu cuma 156.000, turun drastis dari bulan sebelumnya sebesar 204.000. Tingkat pengangguran juga membengkak menjadi 4,7%. Kondisi ini membuat emas berada di atas angin.
“Peluang harga emas naik Senin (9/1) terbuka lebar,” tegas Putu.

Tambah lagi, saat ini aliran dana asing yang keluar dari China masih deras dan terjadi peralihan dana ke aset safe haven, terutama emas.

Menurut survei Bloomberg, sepanjang Januari–November 2016, dana keluar dari China mencapai US$ 760 miliar.

Ketidakpastian global

Harga emas juga bakal dapat sentimen positif dari perayaan Imlek. Biasanya, harga emas naik karena permintaan dari China juga melesat. “Ada kebutuhan emas baik ritel dan konsumsi pribadi di China, yang bisa terus mendukung kenaikan permintaan emas,” ujar Deddy Yusuf Siregar, Research and Analyst Asia Tradepoint Future.

Dukungan bagi harga emas juga datang dari masih tingginya ketidakpastian di pasar global. Ada beberapa peristiwa yang menimbulkan ketidakpastian di global. Pertama, beberapa negara Eropa akan melangsungkan pemilu, seperti Italia, Belanda, Jerman dan Prancis.

Kedua, mendekati Maret 2017, Inggris akan menerbitkan artikel 50, sebagai syarat pemisahan resmi Britania Raya dari Uni Eropa alias Brexit. Ketiga, pelaksanaan pemerintahan Donald Trump. Bila Trump gagal mewujudkan programnya untuk menggenjot infrastruktur, dollar AS akan terpukul dan menghambat kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

“Maka peluang harga emas naik ke US$ 1.200 per ons troi dalam waktu dekat masih terbuka,” analisa Putu.

Deddy menghitung, pekan depan harga emas berpotensi naik lagi walau terbatas. Secara teknikal, harga emas saat ini bergerak di bawah moving average (MA) 50, 100 dan 200, mendukung penurunan. Ini sejalan dengan garis moving average convergence divergence (MACD) di area negatif berpola downtrend.

Tapi stochastic level 79 dan relative strength index (RSI) level 56 sudah menunjukkan indikasi kenaikan harga akan terjadi lagi dalam waktu dekat.

Menurut hitungan Deddy, harga emas hari ini (9/1) akan naik dan bergerak di antara US$ 1.165–US$ 1.184 per ons troi. Lalu, Putu memperkirakan harga emas bergerak di kisaran US$ 1.130–US$ 1.215 per ons troi dalam periode sepekan ke depan.[kontan]

Loading...