Inilah Bank-bank Bakal Kena Right Issue

ojkM24.CO|JAKARTA

Beberapa bank menengah pada tahun depan berencana memperkuat permodalan agar menyesuaikan dengan aturan pemenuhan modal minimum Basel III. Penguatan modal ini salah satunya dilakukan dengan melakukan right issue atau penerbitan saham baru.

PT Maybank Indonesia Tbk misalnya, tahun depan berencana right issue dengan potensi nilai lebih dari Rp 1 triliun. “Tahun ini kami sudah menerbitkan subdebt, untuk tahun depan kami berencana melakukan right issue untuk memperkuat permodalan,” ujar Direktur Keuangan Maybank Indonesia Thilagavathy Nadason.

Sampai akhir tahun ini, bank berkode emiten BNII ini menargetkan rasio kecukupan modal akan berada diangka 17%. Sedangkan pada tahun depan rasio kecukupan modal diharapkan akan berada direntang antara 17% sampai 18%.

PT Bank Permata Tbk mengatakan tahun depan pemegang saham masih komitmen untuk menjaga permodalam agar sesuai dengan regulasi. Terkait dengan opsi penambahan modal tahun depan, masih dibahas dalam Rencana Bisnis Bank / RBB 2017 yang akan diserahkan ke OJK sebelum akhir bulan ini.

“Pada akhir tahun ini (rencananya) ada tambahan modal tapi kami masih diskusi dengan pemegang saham, pada tahun depan, kami masih menyusun RBB,” ujar Roy Arman Arfandy Direktur Utama Bank Permata.

Anita Siswadi Direktur Wholesale Banking Bank Permata mengatakan tahun depan bank akan selalu mengikuti persyaratan permodalan terkait dengan basel 3. “Juni 2016 ini kami telah melakukan right issue yang membuat CAR (capital adequacy ratio) September 2016 menjadi 19,3%. Kedepannya share holder masih komitmen jika diperlukan tambahan modal,” ujar Anita.

PT Bank Artha Graha Internasional Tbk juga berencana melakukan right issue pada Desember 2016 ini. Bank Artha Graha akan menerbitkan sebesar 2,7 juta saham dengan harga penawaran sebesar Rp 111 per saham.

“Jumlah dana yang bisa diraup dalam right issue Rp 300,57 triliun,” ujar Direktur Utama Bank Artha Graha Internasional Andy Kasih, dalam keterbukaan informasi, Kamis (24/11).

Selain menerbitkan saham, bank berkode INPC ini juga menerbitkan 4,51 miliar waran seri I yang mewakili 34,48% jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Jumlah dana yang akan diperoleh apabila seluruh waran seri I dilaksanakan adalah maksimal sebesar Rp 500,9 miliar.

PT Bank Tabungan Negara Tbk mengaku tahun depan akan menjaga CAR 18,6%. “Hal ini dengan mempertimbangkan rencana pertumbuhan kredit sebesar 20% yang akan memakan modal sebesar 2%,” ujar Direktur Tresuri dan Keuangan BTN, Iman Nugroho Soeko.

Secara industri perbankan tercatat rasio kecukupan modal (CAR) sampai kuartal 3 2016 sebesar 22,6% atau mengalami kenaikan 198 basis points (bps) secara year on year (yoy). Sedangkan untuk CAR kelompok bank BUKU III atau yang mempunyai modal inti antara Rp 5 triliun sampai Rp 30 triliun adalah sebesar 25,23%atau naik 253 bps yoy.[kontan]

Loading...
author