Jamkrindo Gandeng Kejatisu Terkait Klaim Dan Subgrosi

116

M24.CO|MEDAN
Perusahaan Umum Penjaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kajati) seluruh Indonesia dalam rangka penyelesaian kasus hukum terkait klaim dan subrogasi. Kerjasama tersebut dituangkan dalam nota kesepakatan yang ditanda tangani kedua pihak di Medan, Sumatera Utara.

Hadir dalam penandatangan ini Dirut Perum Jamkrindo Diding S Anwar dan Jam Datun Bambang Setyo untuk menyaksikan pendatanganan kerjasama ini.

Diding mengatakan pihaknya membutuhkan bantuan hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jam Datun) di Kejaksaan Tinggi terkait persoalan piutang subrogasi tersebut.“Bantuan itu seperti pemberian bantuan hukum, pemberian pertimbangan hukum dan melakukan tindakan hukum yang lain,” katanya.

Diding menyampaikan bahwa kerjasama Perum Jamkrindo dengan kejaksaan khususnya dalam penanganan masalah hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara menjadi semakin relevan terutama dalam meningkatkan wawasan/pengetahuan hukum, kewaspadaan atau kehati-hatian (pruden) dalam memutus klaim. Sehingga mitigasi risiko dan penyelamatan keuangan negara dapat dilakukan sejak dini.

Dengan dilakukannya kerjasama tersebut, juga sangat dibutuhkan saat Jamkrindo mendapat somasi dan gugatan dari mitra penerima jaminan. “Kami membutuhkan legal opinion dari pihak Kejaksaan agar dapat meminimalisir risiko hukum dan keputusan klaim yang diambil tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Diding menuturkan, potensi subrogasi sangat besar. Total Saldo subrogasi Perum Jamkrindo per tanggal 31 Juli 2016 adalah hampir mencapai Rp. 4.2 triliun lebih. “Selama periode Januari –Agustus 2016 perusahaan telah membukukan pendapatan Subrogasi sebesar Rp. 146 miliar. Sedangkan klaim yang dibayarkan pada periode Januari – Agustus 2016 adalah sebesar Rp. 492 miliar,” ungkapnya.

“Semoga dengan ditandatanganinya Kesepakatan Bersama ini sinergisitas antara Perum Jamkrindo dan Kejaksaan dapat melindungi pengelolaan keuangan negara dengan baik, serta menyelamatkan keuangan negara sejak dini,” pungkasnya. (nis)

Loading...