Kapolda Sumut: ‘Dwelling Time’ Pengaruhi Biaya Logistik

M24.CO|MEDAN

Soal Gubsu, HT Erry Nuradi meminta kepada seluruh stakeholder agar mendukung investasi di Sumatera Utara yang merupakan motor penggerak perekonomian. Jaminan keamanan berinvestasi dari aparat terkait terutama polisi dan kenyamanan berinvestasi dengan izin yang tidak berbelit-belit hingga pencegahan pungutan liar.

Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menegaskan komitmen Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk menindak tegas setiap tindak pidana dan perbuatan yang mengganggu dunia usaha. Bukan hanya premanisme, namun termasuk hal-hal yang mengganggu yang menyebabkan ongkos ekonomi tinggi juga menjadi perhatian.

Hal yang mengganggu ongkos ekonomi di contohkan Kapolda adalah dwelling time, yang pastinya mempengaruhi biaya logistik, dan ini juga mempengaruhi performance indeks Indonesia di internasional.

“Mohon maaf kepada dunia usaha di pelabuhan dan pihak angkutan jasa burih bongkar muat, kita tidak melarang aktivitas, tapi yang dilarang karena mengganggu dan meningkatkan biaya logistic,” katanya.

Hadir Wakil Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Kepolisian Republik Indonesia Irjen Pol Drs Eko Hadi Sutejo, Kapolda Sumut Irjen Pol Dr Rycko Amelza Dahniel, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Adhi Pranoto, anggota DPD RI Parlindungan Purba, Ketua Kadin Sumut Ivan Iskandar Batubara, Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Mujiono, Kasubdit 1 Direktorat Ekonomi Baintelkam Polri Kombes Pol Dally Achmad Mutiara, , Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM RI Ir MM Azhar Lubis, M.Si Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) Provinsi Sumatera Purnama Dewi. Turut pula hadir Bupati Palas, Madina, Labuhanbatu, wakil bupati Deliserdang, Pj Walikota P. Siantar dan lainnya, Kapolres se-Sumut, pimpinan BUMN/BUMD, ketua asosiasi pelaku usaha, investor PMA dan PMDN, kepala SKPD penanaman modal daerah se Sumut.[winsah]

Loading...
author