Kebijakan Donald Trumph Berdampak Negatif Bagi Perekonomian RI

M24.CO|MEDAN
Dari sejumlah program ekonomi Donald J. Trumph yang merupakan presiden AS terbaru. Ada beberapa program yang perlu diwaspadai.
Mengingat program tersebut sangat berpeluang memunculkan resiko negatif bagi perekonomian nasional. Salah satunya adalah rencana kenaikan suku bunga acuan The FED. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benyamin kepada M24.CO hari ini.
 
“Dimana, Donald seolah-olah memberikan intervensinya kepada Gubernur Bank Sentral AS. Kenaikan suku bunga acuan seperti yang telah kita lihat pada hari ini menekan kinerja indeks bursa saham (IHSG) maupun nilai tukar Rupiah. Kita perlu mengantisipasi kebijakan yang satu ini. Karena potensi kenaikannya berpeluang akan lebih diakselerasi selama pemerintahan presiden yang baru,” katanya.
 
Sementara itu, kebijakan lainnya yang harus diwaspadai adalah rencana Donald untuk menaikkan tariff barang yang masuk ke AS. Yang paling utama barang dari China dan Meksiko. Kebijakan ini bisa merugikan perekonomian secara langsung maupun tidak langsung. Merugikan secara langsung jika barang-barang dari Indonesiajuga dikenakan kenaikan tarif.
“Tidak langsung jika barang-barang China yang masuk ke AS, juga sebagian komponennya didatangkan dari Negara kita,” paparnya.
 
Sementara itu, menurut hemat saya, pemangkasan pajak dan pembangunan infrastruktur yang direncanakan oleh presiden AS yang baru ini sepertinya bertentangan. Karena sejatinya pajak yang tinggi akan menambah pemasukan bagi pemerintah untuk dijadikan pembiayaan pembangunan infrastruktur.
“Sehingga saya menilai pemerintah Donald Trump benar-benar akan menambah porsi hutang guna mengakselerasi perekonomiannya,” tegasnya.
 
Disisi lain program pemotongan pajak untuk industri ini bisa memberikan dampak positif bagi akselerasi pembangunan di AS. Yang nantinya akan dimotori oleh banyak perusahaan swasta. Saya melihat belanja yang besar baik dengan cara penambahan hutang, maupun pemotongan pajak. Pada dasarnya bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian kita.
 
Dia menambahkan dengan catatan, pembangunan di AS nantinya membutuhkan bahan baku dari kita, serta tidak ada proteksi yang berlebihan yang diberlakukan oleh Donald Trump. Secara keseluruhan program pemerintah Donald Trump nantinya banyak memberikan sentiment negatif bagi perekonomian nasional.
 
“Meskipun pada dasarnya kabinet Donald Trump belum terbentuk. Akan tetapi saya melihat apa yang diupayakan Trump saat ini lebih menginginkan AS kembali tumbuh, dengan lebih melihat sisi internalnya dibandingkan dengan hubungan kerjasama internasional dalam upaya akselerasi pembangunan,” ungkapnya.
 
Dia menambahkan yang penting kita semua disini bersiap dengan perubahan pemerintahan di AS tersebut. Setidaknya kita bersiap untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar karena kenaikan suku bunga acuan The FED seperti sudah didepan mata.(winsah)
Loading...
author