Komoditas Cabai Bisa Picu Deflasi dan Harganya Masih Berfluktuasi

99


MEDAN|Secara keseluruhan sejumlah harga kebutuhan pangan masyarakat masih bertahan mahal sejak menjelang tahun baru 2017 kemarin. Beberapa harga komoditas pangan yang bertahan mahal antara lain minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan harga rokok.Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin kepada wartawan hari ini.

Dia menjealaskan namun, komoditas cabai khususnya cabai merah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Meskipun untuk harga cabai rawit masih cukup mahal namun demikian untuk komoditas cabai berpeluang menyumbang deflasi. Ada beberapa komoditas lainnya yang masih cukup mahal dan diprediksi akan menjadi penyumbang inflasi.

“Hal itu, dibarengi dengan penyesuaian harga BBM dan tarif listrik, saya melihat Sumut berpeluang menciptakan inflasi dalam rentang 0,5 hingga 0,7 persen,” pungkasnya.

Pantauan disejumlah pasar tradisional di kota Medan di Pasar Kampung Durian Medan, harga cabai masih di kisaran Rp40 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram. Namun di pasar Seisikambing Medan, harga cabai tembus hingga Rp 55 ribu per kilogram. Pedagang Pasar Kampung Durian, Saimah mengatakan, beberapa hari ini harga cabai merah masih alami fluktuasi. Ada pedagang yang menjual cabai merah Rp 40 ribu per kilogram. Ada juga yang jual Rp 45 ribu per kilogram.

“Kita jual sesuai permintaan pasar, namun jika kita menjual harga cabai lebih dari Rp 45 ribu perkilogram, dan pembeli tidak mempermasalahkannya, ya kita jual,” katanya.

Sementara itu, Pedagang Pasar Seisikambing Medan, R.Silalahi mengatakan, pasokan cabai merah masih belum banyak. Walaupun sebagian lahan di Sumut sudah panen cabai merah. “Kita terkadang sudah membeli dari Gunung atau dari daerah luar Kota Medan, namun tipis pasokan, akhirnya kita jual harganya di atas Rp 50 ribu per kilogram, apalagi bahan pangan yang satu ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Loading...