Kurs Rupiah Stabil Meski Cenderung Menguat

Sementara, pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar (JISDOR), rupiah juga stabil tetapi cenderung melemah ke level Rp 13.347 per dollar AS atau 0,07% dari penutupan kemarin Rp 13.338 per dollar AS.

“Rupiah stabil di kisaran Rp13.300 per dolar AS walaupun secara umum tekanan eksternal masih membayangi,” kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta dilansir dari Antara.

Rangga Cipta menambahkan bahwa Bank Indonesia juga masih aktif di pasar valas dan surat utang negara (SUN) dalam rangka menstabilkan harga di tengah aliran keluar dana asing dalam beberapa hari terakhir ini.

Ia mengatakan bahwa pelaku pasar juga akan fokus ke pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 November 2016 yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan (BI 7-Day RR) di 4,75 %.

Dari eksternal, lanjut dia, harga minyak mentah dunia yang kembali menguat setelah spekulasi pemangkasan produksi oleh anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) kembali muncul menjaga fluktuasi mata uang komoditas.

Kendati demikian, menurut dia, dolar AS berpotensi terapresiasi kembali seiring dengan data manufaktur Amerika Serikat yang membaik di tengah sentimen “Trump Effect”.

Sementara itu,Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa masih adanya potensi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed Fund Rate) pada Desember 2016 mendatang juga masih membatasi apresiasi mata uang di negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Selain peningkatan suku bunga, investor juga masih mencoba untuk menelaah kembali dampak-dampak yang akan terjadi menjelang pemerintahan Trump pada 2017,” kata Ariston.

Di sisi lain, Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah setelah melonjak 3,1 % dalam lima sesi sejak kemenangan Trump dalam pemilihan 8 November lalu. Won naik 0,3 % dan Kiwi melemah 0,2 %.(kontan)

Loading...
author