Mamak Mamak Sidimpuan Keluhkan Harga Cabai-Bawang

cabaiM24.CO l SIDIMPUAN

Gawat! Mamak mamak di Kota Sidimpuan mengeluh. Pasalnya, sudah 3 hari ini cabai merah harganya naik. MUlai dari Rp80 ribu kini mencapai Rp100 ribu/kg nya.

Lonjakan ini sangat dikeluhkan para ibu rumah tangga di kota salak. “Harga cabai sejak tiga hari ini tidak turun turun dari Rp 80.000/kg menjadi Rp 100.000/kg,”keluh Fatima (30) salah satu ibu rumah tangga usai berbelanja di Pasar Kodok, Kota Padangsidimpuan, Selasa (15/11).

Dikatakan, kenaikan harga cabai merah itu dipicu berkurangnya produksi cabai lokal sementara pasokan cabaie datang dari Siborong-borong dan Berastagi.

“Di daerah lain juga harga cabai mahal. Sehingga kita juga terpaksa membuat harga tinggi karena kita membelinya juga sudah mahal,” kata Boru Simanjuntak kepada metro24.co, Selasa (15/11/2016)  ketika ditemui di Pasar Sangkumpal Bonang, Kota Padangsidimpuan

Dia mengakui bahwa harga cabai lokal atau hasil produksi petani di daerah ini justru lebih mahal lagi dijual di pasaran. “Cabai produksi lokal lebih banyak disukai walaupun harganya lebih mahal dari cabai yang didatangkan dari luar daerah,”katanya.

Dikatakan, harga cabai lokal bisa mencapai Rp95.000/kg hingga Rp 100.000/kg. Namun rasa pedasnya yang menjadi alasan orang lebih suka dengan cabai lokal. Naiknya  harga cabai juga berdampak pada  harga bawang merah dari Rp40.000/kg menjadi Rp 55 .000/kg. “Harga bawang juga ikut naik  saat ini  dijual Rp 55.000/kg. Namun jelang Natal hampir semua  harga naik dan masih tinggi,”tambahnya.

Tingginya harga cabai dan bawang dan kebutuhan lainnya sudah seharusnya menjadi perhatian pemerintah daerah. “TPID dan Dinas Perindag tidak boleh hanya berpangku tangan, tapi harus melakukan langkah-langkah menstabilkan harga kebutuhan di daerah yang tidak normal saat ini,” kata Ampera salah satu pemerhati ekonomi di Padangsidimpuan.

Dikatakan dengan tingginya harga kebutuhan semisal cabai, bawang merah dan lainnya tentunya sangat berdampak pada inflasi daerah. “Ekonomi masyarakat akan semakin terganggu,” tambahnya. “Kita berharap pemerintah mencari solusi atas kenaikan harga di Kota Padangsidimpuan ini, kasihan masyarakat yang kini tidak seimbang pendapatan dan pembelanjaan,” katanya. (Sabar)

Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.