November 2016, Kota Medan Inflasi 0,74 Persen

november-2016-kota-medan-inflasi-074-persen

M24.CO|MEDAN
Perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Medan pada November 2016 secara umum menunjukkan adanya peningkatan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS, pada bulan November Kota Medan mengalami inflasi sebesar 0,74 persen. Hal ini dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Wien Kusdiatmono dikantor BPS Sumut Kamis (1/12/2016).

Dikatakannya, inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 2,32 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,60 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,57 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,05 persen.

“Sedangkan yang mengalami deflasi adalah kelompok sandang sebesar -1,08 persen, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,05 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar -0,05 persen,”ujarnya.

Pada November 2016 kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi, yaitu kelompok bahan makanan 0,59 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,10 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,13 persen, kelompok sandang -0,06 persen, kelompok kesehatan 0,00 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,00 persen, serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan -0,01 persen.

Sedangkan untuk komoditas yang mengalami peningkatan harga pada November 2016 antara lain, cabai merah, upah pembantu RT, cabai rawit, sabun cuci batangan, bawang merah, nasi dengan lauk, dan daging sapi. “Adapun persentase peningkatan harga komoditas tersebut antara lain harga cabai merah naik 16,20 persen. Upah pembantu RT maik 2,96 persen. Harga cabai rawit naik 37,60 persen. Harga sabun cuci batangan naik 8,94 persen. Harga bawang merah naik 5,35 persen. Harga nasi dengan lauk naik 2,22 persen. Harga daging sapi naik 3,42 persen.

“Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain ikan dencis, daging ayam ras, kentang, ikan tongkol/ambu-ambu, emas perhiasan, ikan kembung dan telur ayam ras,” pungkasnya. (red)

Loading...