Pasca Donald Trump Terpilih, 10 Hari Perdagangan Berturut-turut Melemah

M24.CO|MEDAN

Pasca terpilihnya Donald Trump yang memenangi pemilihan Presiden di AS. Harga emas dalam 10 hari perdagangan secara berturut-turut melemah. Dalam 10 hari, harga emas terjungkal dari kisaran $1.300 per ons troy menjadi $1.208 per ons troy pada jumat kemarin. Dan harga emas membaik pada perdagangan hari ini dikisaran $1.214 per ons troynya. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut , Gumawan Benyamin kepada M24.CO hari ini.

“Melemahnya kinerja harga emas tidak terlepas dari keinginan Donald Trump untuk menaikkan suku bunga acuannya. Rencana kenaikan suku bunga acuan memang menjadi salah satu pemicu menguatnya mata uang US Dolar yang pada akhirnya membuat emas melemah dengan sangat dalam,” katanya.

Dia menjelaskan kewenangan untuk memutuskan besaran bunga memang ada di tangan Bank Sentral AS atau The FED. Namun, Trump secara terus menerus melakukan tekanan secara politis agar The FED mau menaikkan bunga acuan dalam waktu dekat. Ini membuat pelaku pasar melepas asset-aset lain dan memburu asset dalam US Dolar.

“Setelah The FED mengumumkan rencana tersebut. Banyak investor yang langsung banting setir dengan melepas emas. Hal ini wajar sekali saya pikir. Karena tren kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS akan lebih menjanjikan bagi US Dolar dibandingkan dengan memegang asset dalam bentuk lainnya,” ungkapnya.

Nah, harga emas dalam negeri juga terpantau mengalami pelemahan. Jika mengacu kepada harga emas sekitar 10 hari yang lalu. Disaat harga emas $1.300 per ons troy dan ruiah dikisaran 13.000 per US dolar. Maka harga emas murni sekitar 545 ribu per gramnya.

“Saat ini, harga emas berkisar Rp. 520 ribu per gramnya. Karena penurunan harga emas yang sangat tajam tidak diikuti dengan pelemahan nilai tukar Rupiah yang tajam juga. Rupiah sempat melemah hingga ke level 13.800-an per US Dolar. Akan tetapi saat ini nilai tukar Rupiah kembali menguat dikisaran 13.400-an,” terangnya.

Jadi pelemahan harga emas tersebut lebih besar dibandingkan dengan pelemahan nilai tukar Rupiah. Alhasil, harga emas terkoreksi harganya. Saya tetap menyarankan investor untuk berhati-hati dalam berinvestasi emas. Mengingat potensi tekanannya masih terbuka cukup lebar.

“Kenaikan suku bunga acuan memang belum terjadi. Namun terpilihnya Trump menjadi sinyalemen kuat bahwa harga emas masih berpeluang turun dalam jangka menengah panjang. Dan mata uang US Dolar masih berpeluang naik. Koreksi atau rebound pada emas dan US Dolar masih mengandalkan sentiment teknikal dalam jangka pendek,” tambahnya.[winsah]

Loading...
author