Pendidikan Sejak Dini Tingkatkan Literasi Keuangan

Gumawan-benyaminM24.CO|MEDAN

Terkait dengan ramainya media sosial yang akhir-akhir ini memperbincangkan penarikan uang massal. Saya merasa miris melihat perkembangan tersebut. Saya menilai masyarakat perlu dibentengi dengan pemahaman ekonomi yang baik. Sebisa mungkin sejak dini pemahan ekonomi itu sudah di terapkan. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut kepada M24.CO hari ini.

“Bukan hanya isu rush money. Banyak masyarakat kita yang ditipu dengan produk investasi bodong. Dengan mudahnya mereka digiring oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Dan banyak dari kegiatan-kegiatan sosialisasi tawaran investasi yang belum jelas, nara sumbernya didatangkan dari Negara jiran tetangga Malaysia. Literasi keuangan yang minim ini membuat masyarakat mudah diperdaya dengan iming-iming keuntungan yang besar,” katanya.

Dia menjelaskan kita harus membentuk karakter yang baik bagi masyarakat khususnya terkait dengan dunia keuangan atau ekonomi. Banyak sekali tawaran-tawaran investasi keuangan di Sumut. Oknum-oknum tertentu memanfaatkan kelemahan ini untuk meraup keuntungan. Selain maraknya investasi bodong, yang sering terjadi selanjutnya adalah tawaran investasi yang dilakukan oleh agen-agen yang tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk menjelaskan produk investasinya.

“Sampai sekarang tawaran seperti ini masih marak terjadi. Dan banyak masyarakat yang tidak memahami manfaat serta resiko secara benar terjebak dalam investasi tersebut,” terangnya.

Dia menerangkan kita harus bisa membentengi masyarakat kita untuk tidak berkecimpung terlalu banyak dalamproduk tawaran-tawaran yang bisa merugikan. Skema ponzi, money game sebenarnya sudah banyak menelan korban. Tapi calon korban selanjutnya masih tetap ada yang tengah “mengantri”. Inikan gambaran miris tentunya.

“Nah apa yang dilakukan OJK untuk mengedukasi ataupun sosialisasi memang sudah cukup baik. Meskipun dirasakan masih belum cukup. Saya mengharapkan dunia pendididikan kita bisa ikut terlibat melakukan edukasi yang lebih komperhensif terhadap dunia keuangan,” tegasnya.

Dia menambahkan bahkan ada sejumlah oknum-oknum tertentu yang menggunakan sertifikat halal dari MUI untuk menjustifikasi bahwa produk tawaran investasi yang mereka tawarkan itu halal. Padahal sertifikat halal itu bukan untuk produknya mereka. Tetapi transaksi valas (valuta asing) yang banyak di perbankan.

“Nah yang seperti-seperti ini harusnya tidak terulang lagi. Untuk itu saya menginginkan agar ada pendidikan sejak dini untuk memperkenalkan dunia keuangan kepada masyarakat,” tambahnya.[winsah]

Loading...
author