PENGUSAHA: Trump akan Kembangkan Kebijakan Ekonomi AS

M24.CO|MEDAN

Pasca kemenangan Donald Trump di Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS), namun diyakini tidak akan memberi dampak buruk terhadap ekonomi global dan pasar bursa global merespon negatif, termasuk Indonesia khususnya Sumatera Utara (Sumut).

Menurut Pengusaha Sumut yang juga Sekjend Apindo Sumut, Laksama Adyaksa menilai kerjasama perdagangan luar negeri AS dan Indonesia akan berjalan dan bahkan berkembang ke depan.

“Tentu kita harus optimis, bahwa rupiah ada melemah, ya saya kira lebih karena pengarus keterkejutan dunia, keterkejutan investor khususnya,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia tidak perlu terjebak dengan sikap kontroversial Donald Trump seperti yang dipertontonkannya saat kampanye Pilpres. “Kalau dia mengikuti gaya kampanye Hillary Clinton, mungkin dia minim mendapat perhatian publik AS. Makanya saya menilai kontroversial Trump tak akan berlanjut di kepemimpinannya, terutama kaitannya dalam kerja sama bisnis,” katanya.

Dia menegaskan Sikap Trump menolak imigran misalnya, adalah lebih pada upaya melindungi keamanan negara AS. Demikian juga perlawanan keras Trump terhadap kelompok radikal atau teroris, tidak bisa dijustifikasi bahwa Trump anti negara Islam.

“Oh tidak, saya kira tidak ada kaitannya ke arah itu. Itu hanya cara Trump melindungi negaranya. Trump juga bisa bersahabat dengan negara Islam,” katanya.

Dia menambahkan contohnya dengan Indonesia, Trump justru tertarik menanamkan modalnya melalui kerjasama dengan investor dalam negeri untuk membangun hotel di Bali. Artinya Trump adalah pebisnis, sehingga dari latar belakang pebisnis itulah.

“Kita melihat Trump akan mengembangkan kebijakan ekonomi negaranya. Bicara mengembangan kebijakan ekonomi AS, adalah tidak terlepas dari kerjasama di luar AS, termasuk Indonesia,” tambahnya.[winsah/mbc]

Loading...
author