Rp2 Miliar Digelontorkan Jepang Untuk Proyek di Medan

Ilustrasi

Ilustrasi

M24.CO|MEDAN
Konsul Jenderal Jepang di Medan Hirofumi Morikawa telah menyetujui dua proyek kontrak hibah dengan menggelontorkan dana sekitar Rp2 miliar. Dua proyek itu berupa pembangunan gedung panti asuhan di Yayasan Panti Asuhan Nurul Iman dan proyek Pusat Perawatan dan Pemulihan Adiksi Narkoba di Yayasan Caritas PSE KAM.

“Melalui kontrak hibah kali ini, pemerintah Jepang memberikan dana sekitar Rp948 juta kepada yayasan Nurul Iman untuk pembangunan gedung panti asuhan dan sekitar Rp1 miliyar dan 41 juta rupiah kepada Yayasan Caritas untuk pembangunan pusat perawataan dan pemulihan adiksi narkoba, jadi total sekitar Rp2 miliyar untuk kedua proyek ini,”kata pada acara Penandatanganan GC Bantuan Hibah terhadap Yayasan Panti Asuhan Nurul Iman dan Yayasan Caritas PSE KAM di ruang perpustakaan Gedung Sinar Mas, Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (10/11).

Dijelaskannya, proyek Panti Asuhan Nurul Iman terletak di dataran tinggi Gayo, kampung Baya Tumpi Baru, Kecamatan Kebayang, Kabupaten Aceh Tengah. Mereka mengalami penurunan daya tampung dan dalam kondisi yang rusak berat akibat dampak bencana gempa pada tahun 2013, sehingga tidak semua anak yang memerlukan pengasuhan khususnya yang berada di Kabupaten Aceh Tengah, dapat ditampung.

“Bahkan sebagian diantaranya harus pindah ke tempat yang cukup jauh dari Aceh Tengah. Karena itu, Pemerintah Jepang memutuskan untuk mendukung Yayasan Panti Asuhan Nurul Iman melalui pembangunan gedung panti asuhan,” ujarnya.

Melalui proyek ini, Hirofumi berharap dengan semakin meningkatnya daya tampung panti asuhan, para anak asuh dapat hidup dengan senang hati dalam kondisi lebih layak, dan berupaya dan belajar keras, sehingga dapat mewujudkan cita-cita mereka sendiri.

Ketua Yayasan Panti Asuhan Nurul Iman, Abdul Latif Rusdi menyatakan, sebelumnya Yayasan Panti Asuhan Nurul Iman telah mengupayakan pengajuan bantuan renovasi bangunan ke pemerintah setempat (Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Pemerintah Provinsi Aceh). Namun, karena adanya keterbatasan dana Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Pemerintah Provinsi Aceh, maka pihaknya mengajukan bantuan ke Pemerintah Jepang melalui Konsulat Jenderal Jepang di Medan.

Abdul menambahkan harapannya, dari pihak yayasan ke depan, dengan terbangunnya asrama panti asuhan ini, akan bisa menampung lebih banyak anak asuh (maksimal sampai 100 anak). Di samping itu, yayasan juga akan berusaha meningkatkan prestasi akademik anak asuh melalui penguatan pendidikan berkarakter yang tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif dari perubahan di era globalisasi saat ini.

“Terima kasih kepada Konsulat Jenderal Jepang di Medan yang telah memfasilitasi proposal kami, sehingga mendapat bantuan Hibah ini,”ujarnya.

Sementara itu Ketua Yayasan Caritas PSE KAM, Todo Agustinus Pasaribu, mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Yayasan Caritas PSE KAM untuk mengelola dana hibah sebesar 10 Juta Yen, yang diperuntukkan membangun 1 unit Pusat Rehabilitasi Pecandu/korban Narkotika dan Obat-obatan berbahaya di Kota Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang dengan kapasitas maksimum 80 orang pecandu/residen.

“Dengan dukungan Pemerintah Jepang melalui pembangunan gedung ini tentunya akan semakin meningkatkan peran Yayasan ditengah masyarakat dalam pelayanan rehabilitasi. Sejak Agustus tahun 2011 Yayasan Caritas telah berkontribusi dengan melakukan kegiatan rehabilitasi kepada korban/pecandu sebanyak 223 orang,” pungkasnya. (van)

Loading...
author
Not Cool, Not Handsome, Not Rich, Not Famous too... Just the Sinner's wanna try to be nice MAN