MEDAN|Rupiah naik tipis sedangkan IHSG kembali melemah. Nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar mengalami penguatan yang tipis. Tercatat berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) di hari kamis(16/2) nilai Rupiah dipatok naik tipis sebesar 1 poin dibandingkan sehari sebelumnya 13.330 menjadi 13.329. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benyamin kepada M24.CO hari ini.

“Rupiah dipasar spot juga bergerak menguat setelah sebelumnya ditutup di harga 13.331. Terpantau sampai kamis sore nilai tukar Rupiah bergerak ke kisaran 13.323 menguat 8 poin,” katanya.

Dia menjelaskan rupiah yang menguat terjadi pasca pilkada serentak diseluruh Indonesia berlangsung damai ditambah lagi dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin membaik. Pertumbuhan ekspor Indonesia yang naik dari perkiraan sebelumnya 21,73 persen menjadi 27,71 persen. Neraca perdagangan Indonesia juga naik dari perkiraan sebelumnya US$ 0,89 Miliar menjadi US$ 1,39 Miliar.

“Data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik inilah yang membuat Rupiah menguat dibalik US Dollar yang juga menguat ditambah lagi Bank Indonesia akan mengumumkan BI RR rate yang tetap dikisaran 4,75 persen,” paparnya.

Dia menegaskan sebenarnya US Dollar juga mengalami penguatan karena data perekonomian AS juga tergolong baik seperti indeks harga konsumen bulan Januari yang naik dari perkiraan sebelumnya 0,3 persen menjadi 0,6 persen. Penjualan eceren bulan januari juga naik dari perkiraan sebelumnya 0,1 persen menjadi 0,4 persen.

Namun efek Trump yang membuat US Dollar tidak mampu mengalahkan Rupiah dikarenakan isu adanya salah satu staff nya dikabarkan akan mengundurkan diri yang akan mengganggu kinerja Trump nantinya namun hal ini hanya masih sebatas isu.

“Dibalik penguatan yang terjadi pada Rupiah namun berbanding terbalik dengan IHSG yang masih berada di zona merah. IHSG yang sebelumnya ditutup 5380,67 dibuka menguat menjadi 5389,06. IHSG sempat mencapai level tertingginya pada kamis (16/2) sampai 5395,27 namun akhirnya melemah menjadi 5377,99 melemah 2,67 poin atau 0,050 persen,” jelasnya.

Dia menambahkan pelemahan yang terjadi pada IHSG ini akibat pihak asing yang lebih banyak melakukan aksi jual. Tercatat pihk asing melakukan aksi jual mencapai Rp.394 Miliar. Pelemahan yang terjadi pada IHSG ini masih bersifat terbatas karena ditopang data perekonomian Indonesia yang baik seprti surplus neraca perdagangan.

Loading...