Tapsel Saham Tertinggi di Bank Sumut Tapi Uang Tunjangan di Pangkas

KEJATISU SIAP JEMPUT TERSANGKA BANK SUMUT

M24.CO|SIPIROK

Wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan sebagai pemilik saham terbesar pada Bank Sumut dari Kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sumatera Utara tampaknya tidak berbuah manis bagi kondisi keuangan daerah maupun PNS di lingkungan Pemkab Tapanuli Selatan.

Dihadapan  Wartawan, Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M Pasaribu pada upacara puncak Hut Tapsel ke 66, yang Lalu di lapangan Perkantoran Pemkab Tapsel mengatakan Tahun 2016 saham Tapsel  di bank Sumut mencapai Rp114 milyar, tertinggi diantara kabupaten/kota di Sumut.

Menurut Syahrul banyak sudah yang dirasakan Pemkab Tapanuli Selatan selaku pemilik saham nomor satu kabupaten/kota di Sumut.

“Dalam tahun 2016 Bank Sumut telah memberikan deviden kepada Pemkab Tapsel sebesar Rp.33 milyar, diperkirakan sudah lebih 230 milyar Pemkab Tapsel mendapatkan deviden selama ini dari PT.Bank Sumut.” ujarnya.

Disebutkan, Selain deviden, Bank Sumut melalui program Corporate Social Responsicibility atau CSR yang telah didistribusikan Ke Pemkab Tapsel sebesar Rp.8,6 milyar.

sementara Aktifis Sutan Maruli Ritonga ditemui terpisah (24/11) mengatakan besarnya saham dan deviden yang diterima Pemkab Tapsel dinilai tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan pns di Pemkab Tapsel yang mengalami pemotongan tunjangan kelancaran tugas dan uang makan selama 4 bulan pada tahun anggaran ini.

“Pemotongan / pemangkasan itu tertuang dalam perubahan apbd Tapsel tahun 2016 yang telah disahkan oleh DPRD beberapa waktu yang lalu. karna itu sangat miris Tapsel dengan predikat saham tertinggi tetapi minim kesejahteraan pns yang diperkirakan dapat mempengaruhi kehadiran dan kinerja pelayanan kepada masyarakat.” Ujarnya.

Ia berharap, pemerintah daerah jangan terlalu bangga dengan predikat pemilik saham tertinggi di bank Sumut jika kesejahteraan seluruh komponen masyarakat belum seiring sejalan. (sabar)

Loading...
author