Trumph ‘Bikin’ Pelaku Pasar Memburu Emas

M24.CO|JAKARTA

Seperti diprediksi sebelumnya, kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) mengerek harga logam mulia naik. Maklum, ketidakpastian di pasar global meningkat, sehingga investor memburusafe haven.

Tengok saja, harga emas dan perak kemarin melonjak setelah hasil perhitungan suara memenangkan Trump.

Mengutip Bloomberg pada Rabu (9/11) pukul 17.15 WIB, harga emas kontrak pengiriman Desember 2016 di Commodity Exchange naik 2,08% dibandingkan hari sebelumnya ke US$ 1.301,10 per ons troi.

Demikian juga dengan harga perak kontrak pengiriman Desember 2016. Harga perak naik 1,52% dari hari sebelumnya ke US$ 18,63 per ons troi.

Andri Hardianto, Research and Analyst Asia Tradepoint Futures, mengatakan, kemenangan Trump atas Hillary Clinton akan menimbulkan gejolak pada ekonomi global. Kekhawatiran yang timbul mengarahkan pelaku pasar berburu aset safe haven seperti emas dan perak.

“Selama beberapa waktu ke depan, sentimen ini akan mendominasi pasar,” tebak Andri.

Harga emas dan perak diprediksi masih akan naik setidaknya sampai akhir pekan ini. Selama ketidakpastian masih tinggi, pelaku pasar akan cenderung mengabaikan faktor fundamental lain yang bisa mempengaruhi harga logam mulia.

Selanjutnya, pasar bakal mencermati setiap pidato dan kebijakan yang dibuat Trump. Pekan ini, Andri memprediksi emas bisa mencapai US$ 1.350 per ons troi dan perak di US$ 19,00 per ons troi.

Hari ini, Analis SoeGee Futures Alwy Assegaf memperkirakan harga emas masih tinggi, di tengah ketidakpastian. Harga emas akan bergerak di rentang US$ 12.085–US$ 13.075 per ons troi. Sedangkan di akhir pekan rentan pergerakan akan jadi lebih pendek, yakni US$ 12.085–US$ 13.075 per ons troi.

Alwy memperkirakan, penguatan harga emas akan bertahan hingga pertemuan FOMC Desember nanti. Harga emas tetap dalam tren bullish hingga bank sentral Amerika Serikat memutuskan kenaikan suku bunga acuan.[kontan]

Loading...
author