Ada 100 lebih Siswa SMKN Binaan yang Keracunan Kata Polisi

112

MEDAN|Ratusan pelajar SMK N Binaan Provisnsi Sumatera Utara harus dilarikan ke sejumlah Rumah Sakit di Kota Medan, pasalnya Siswa-siswa ini keracunan makanan usai menyantap makan malam di asrama sekolah yang berada di Jalan Karya Dalam, Selasa (7/1) kemarin malam.

Kapolsek Medan Barat Kompol Viktot Ziliwu saat dikonfirmasi,dirinya mengatakan saat ini pihaknya tengah mengumpulkan sisa-sisa makanan untuk diperiksa, dan mengecek suplier makanan tersebut. dari hasil pemeriksaan sementara, jumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Binaan Provinsi Sumatera Utara yang keracunan ada 100 orang lebih.

“Kita sudah cek juga kondisi tempat makan, kondisi dapurnya, peralatannya. Sekarang kami juga mengumpulkan sisa-sisa makanan yang tadi malam sekalian mengecek suplier-supliernya,” ujar Viktor usai menjenguk sejumlah pelajar yang keracunan makanan di RS Sufina Aziz.

Viktor mengatakan pada saat makan malam, menu para pelajar itu nasi putih, ayam semur, tempe, sayur sawi, dan air putih. Menu itu disediakan oleh pihak katering. “Kami sudah bertemu dengan pengelolanya baik Kepala Sekolah, serta bagian urusan rumah tangganya juga, tata usaha juga sudah ketemu. Jadi makanan mereka ini memang di buat oleh katering. Nah katering ini baru dua hari melaksanakan kegiatan pengadaan makanan di sekolah ini,” ujarnya.

Namun kata Viktor, saat ini polisi masih memprioritaskan pendataan terhadap pelajar yang diduga mengalami keracunan.

“Siswa yang makan tadi malam ada 350 orang. Kalau yang diduga keracunan lebih dari seratus orang. Para siswa itu mengalami lemas, mual, pusing, muntah hingga mencret. Siswa makan malam sekitar pukul 19.00 WIB. Sekitar pukul 21.00 WIB, mereka mengikuti apel di sekolah. Saat itu sebagian siswa sudah mengalami gejala keracunan makanan, yang lain merasakannya setelah apel,” ungkap Viktor Ziliwu.

Sebagian siswa yang diduga keracunan masih dirawat di RS Sufina Azis, RS Imelda Pekerja Merdeka, dan RS Putri Hijau, serta ada pula 13 siswa yang dibawa keluarganya pulang untuk berobat sendiri. Beberapa di antara siswa yang dirawat di rumah sakit sudah diperbolehkan pulang bahkan ada yang telah kembali ke sekolah.

“Untuk sementara kita fokus pada pendataan dulu. Kepsek dan kateringnya belum akan kita panggil tergantung perkembangan (penyidikan) nanti,” sebut Viktor (rivan)

Loading...