Akhirnya, DPO Alkes Binjai Menyerahkan Diri ke Kejari

169

BINJAI|Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus dugaan korupsi Alat Kesehatan (Alkes) Dinas Kesehatan (Dinkes), Fadil Kumala Harap, menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Binjai, Selasa (31/1/207).

Informasi diperoleh, Fadil yang menjadi rekanan dalam pengadaan Alkes tahun 2012 itu datang ke Kejari sekitar pukul 11.30 WIB.

Ketika itu, Fadil langsung ke ruangan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Binjai untuk menanyakan keberadaan Kasi Pidsus.

Staf Kasi Pidsus pun awalnya tidak mengetahui bahwa Fadil adalah DPO Kejari Binjai. Bahkan, para staf bertanya tujuannya untuk mencari Kasi Pidsus.

Setelah Fadil mengakui bahwa dirinya sebagai DPO yang diketahuinya dari media masa, barulah staf Kasi Pidsus kaget dan langsung memanggil Kasi Pidsus.

Setelah Kasi Pidsus Kejari Binjai, Hery SH tiba di ruangannya, Fadil pun harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wilmar Ambarita SH, kepada sejumlah wartawan mengatakan tersangka Fadil masih menjalani pemeriksaan. “Untuk penahanan itu tinggal pertimbangan penyidik,” ucapnya.

Dijelaskan Wilmar, tersangka Fadil merupakan pemilik perusahaan yang mengerjakan pengadaan Alkes di Dinkes. Namun, pengadaan itu bukan dia (Fadil) yang melakukan.

“Meski bukan dia yang membeli Alkes itu, tetapi dia tetap ikut terlibat dengan menanda tangani administrasi yang ada,” jelas Wilmar.

Seperti diketahui, dalam kasus dugaan korupsi ini sudah ditetapkan 4 orang tersangka, yakni MP Rijal, Nitra Herawati, Fadil Kumala Harahap,dan Suhadi Winata (PNS yang menjabat sebagai Ketua Pokja).

Dari perbuatan para tersangka, negara mengalami kerugian sebesar Rp3,5 miliar dari pagu anggaran Rp8,3 miliar. Hingga kini, penyidik masih mendalami aliran dana yang menjadi kerugian negara tersebut. (dan)

Loading...