Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Bawang

175
Ilustrasi

M24.CO|TANJUNGBALAI
Kembali petugas bea dan cukai Tanjung Balai menggagalkan penyelundupan 17 ton bawang merah di Perairan Tanjung Jumpul, Asahan, Sumatera Utara (Sumut). Ketika hendak diamankan, orang bayaran yang ada di atas kapal menyerang petugas bea dan cukai. Akibat serangan itu, beberapa petugas mengalami cidera.

“Petugas kita berjumlah delapan orang. Kemudian massa bayaran berjumlah sekitar tujuh puluh lima orang,” kata Kasi Penindakan dan Penyidikan KPPBC Tipe Madya Pabean C Teluk Nibung, M Firdaus, Sabtu (8/10).

Firdaus menyatakan, kejadian tersebut terjadi pada Jumat (7/10). Saat itu, petugas yang sedang melakukan patroli di Perairan Tanjung Jumpul melihat kapal yang mencurigakan.

“Ada satu kapal yang diduga sarat muatan barang ilegal, yang diatasnya terdapat 50 orang massa bayaran. Kemudian satu kapal lagi sebagai kapal pengawal yang di atasnya ada 25 orang massa bayaran,” sambungnya.

Saat didekati, kapal dengan massa yang jumlahnya banyak itu kemudian menyerang petugas. Massa menyerang dengan menggunakan petasan, obor, bom molotov, dan batu bata. “Sehingga empat orang petugas terluka di bagian wajah, kaki, tangan dan jari,” ujar Firdaus.

Tak hanya itu, kaca kapal petugas juga terkena hantaman petasan yang berdaya ledak besar. Kapal patroli petugas juga nyaris meledak. Hal tersebut menyebabkan petugas kesulitan untuk menguasai kapal penyelundup.

Meski demikian, petugas terus mengikuti kapal itu. Kapal penyelundup terus diikuti dengan mengatur jarak. Akhirnya, di dekat daratan, tekong dan anak buah kapal penyelundup kabur melompat ke laut dan melarikan diri ke hutan. Pun halnya dengan massa bayaran tersebut. Kapal penyelundup itu kemudian dikejar petugas. (red)

Loading...