Berkedok Pijat Refleksi, Polisi Ciduk PNS Tebingtinggi Bugil Lagi Indehoy

Teks Foto: Para pekerja panti pijat plus plus saat di introgasi Kapolres Sergai.

Teks Foto: Para pekerja panti pijat plus plus saat di introgasi Kapolres Sergai.

M24.CO|SERGAI

Sat Reskrim Polres Sergai menggerebek praktik prostitusi berkedok pijat refleksi di Dusun I, Desa Pon, Kec Sei Bamban, Sergai Jumat (11/11) sekira pukul 15:20 WIB. Tak hanya mengamankan beberapa pekerja polisi juga mengamankan pengunjung diantaranya PNS Pemkot Tebingtinggi yang sedang ‘indehoy’ bersama karyawati pijat refleksi.

Informasi di himpun M24.co panti pijat “Yeni Refleksi” menyediakan wanita sebagai pelayan pijat dan plus jasa seks hingga pihak Polres Sergai melakukan penggerebekan di lokasi panti pijat tersebut, benar saja saat petugas melakukan penggerebekan menangkap basah 2 tamu IS (37) dan dan SS (27) keduanya warga Tebing Tinggi bahkan IS merupakan PNS Pemkot Tebing Tinggi saat itu sedang indehoy  karyawati panti pijat dalam kondisi keduanya bugil, tak hanya NS polisi juga mengamankan dua pekerja seks lainnya H (31) dan KL (30) dan pasangan suami istri selaku pemilik panti pijat Y alias C (29) dan suaminya AW (43) selanjutnya di bawa ke Polres Sergai guna pemeriksaan lebih lanjut.

Selain mengamankan pengunjung dan pemilik serta pekerja seks itu polisi juga mengamankan 1 kotak kondom sutra, 6 kondom bekas, 20 lembar tisu magic bekas serta uang tunai Rp 600 ribu.

Kapolres Sergai AKBP. Eko Suprihanto kepada M24 Sabtu (12/11)membenarkan tentang penggerebekan tempat prostitusi berkedok pijat relaksasi di wilayah hukumnya. “Para pelaku yaitu  Y alias C dan AW sebagai pemilik tempat usaha panti pijat akan dikenakan pasal 296 KUHP yakni perbuatan mengadakan, atau memudahkan perbuatan cabul, dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan,” kata Kapolres menjelaskan.

Sedangkan terhadap para terapis dan pengguna (tamu) hanya dikenakan sebagai saksi dalam kasus ini. “Nanti akan kita coba jerat dengan Perda Kab Sergai untuk para terapis dan tamunya, karena dalam KUHP hanya mengatur tentang penyedia tempat atau yang mengadakan perbuatan cabul,” jelas Kapolres.

Dalam pemeriksaan Y alias C dan suaminya AW membantah pijat refleksinya menyediakan jasa seks menurutnya sejak panti pijat di buka 7 bulan lalu ia hanya menyediakan jasa pijat, namun pekerjanya sendiri menawarkan jasa seks kepada pelanggan sebagai uang tambahan mereka.

“Pekerja yang menawarkan diri saya tidak tahu menahu soal itu kami hanya penyedia jasa pijat aja” kilahnya.

Adapun  informasi yang dihimpun, layanan pijat yang diberikan bervariasi, yakni Rp80 ribu (1 jam), Rp115 ribu (2 jam), Rp150 ribu (2 jam), Rp186 ribu (2,5 jam) dan layanan plus plus seharga Rp 300 ribu (full service dengan berhubungan seks).(Darmawan)

Loading...
author