Demi Helm 3 Jaritangan Putus, Eh Pelaku Dilepas…

6d6492ad-a605-4281-a76e-d6f8abc67dc0

polisi saat menanyai korban di rumah sakit (m24 grup/alex siagian)

M24.CO|TOBASA

Benget Hutapea (27) warga Desa Ujung Tanduk, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Tobasa harus rela kehilangan 3 jari tangan kanannya demi mempertahankan helm merk Viper miliknya. Sialnya lagi, meski pelakunya sempat diamankan, pihak kepolisian justru melepasnya.

Benget yang terbaring lemah di ruang Galilea III 6 RS HKBP Balige mengaku, Kamis (17/11) malam, sekira pukul 12 ia baru saja tiba di rumah temannya yang berada di depan Kampus UNITA Silangit, Jalan Sisingamangaraja Kecamata Siborong-siborong, Tapanuli Utara (Taput).

Saat itu, ia memarkirkan sepeda motornya di teras rumah dan menggantungkan helmnya di stang kreta itu. Tak lama, pelaku yang diketahui bermarga Pardede datang mengendarai sepeda motor jenis CBR warna hitam, pelaku lalu mengambil helm korban yang kemudian dipergoki oleh korban.

Melihat helm nya diambil orang tak dikenal, korban lalu mengejar pelaku dan menarik bagian belakang kreta pelaku, saat itu pelaku terus memaksa kabur hingga ia jatuh.

Sial bagi korban, saat itu tiga jari tangan kanannya, yakni jari tengah, jari manis dan jari kelingking masuk ke bagian gir rantai belakang hingga putus.

Meski begitu, pelaku terus berupaya kabur. Namun ia kembali ditendang oleh korban hingga pelaku kembali terjatuh, korban yang sambil teriak maling berhasil membangunkan warga.

Pelaku lalu ditangkap namun tidak sampai dihakimi warga. Saat itu, warga sekitar dan pelaku turut mengantarkan korban ke RS HKBP Balige, sebelum kemudian pihak kepolisian dari Polsek Siborong-borong menjemput pelaku.

Sekira pukul 4 subuh pihak keluarga korban mendatangi Polsek Siborong-borong untuk menanyakan seperti apa bentuk laporan yang akan mereka buat.

Saat itu, menurut pengakuan Rusmina Simanjuntak (53), salah seorang keluarga korban menyebut, jika batas pelaporan korban masih bisa hingga pukul 12 malam. Mereka kemudian kembali ke RS HKBP Balige.

Kemudian Jumat (18/11) malam sekira pukul 7, mereka kembali mendatangi Polsek Siborong-borong guna membuat pengaduan, namun pengaduan mereka ditolak dengan alasan harus dilakukan oleh istri korban, padahal korban telah pisah ranjang sejak 2 tahun terakhir.

Sialnya lagi, Rusmina yang saat itu nekad menerobos masuk ke sel tahanan, tidak lagi mendapati pelaku di dalam sel.

“Ternyata pelakunya sudah dilepas, nggak ada di situ lagi. Itu yang membuat kita kecewa,” sebut Rusmina yang ditemui kru koran ini di RS HKBP Balige, Senin (21/11/2016) siang.

Sementara menurut Kapolsek Siborong-borong, AKP M Sihombing yang dikonfirmasi via seluler mengatakan, pihaknya telah membuat pengaduan korban, dan telah memeriksa 1 saksi, serta menahan sepeda motor pelaku dan helm korban sebagai alat bukti. Tak hanya itu, Kapolsek juga menyebut jika pihaknya hanya menjalankan proses hukum.

“Kita hanya menjakankan proses hukum, kita telah memeriksa saksi, menahan barang bukti dan telah memintai keterangan korban ke Rumah Sakit KHBP Balige. Nantinya jika gelar perkara sudah usai, kita akan menangkap pelaku itu kembali,” ujar Kapolsek.(alex)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.