Dicecar Dugaan Korupsi, Sekretaris Dinkes Sergai ‘Buang Badan’

177

Medan | Tak satupun pejabat di Pemkab Serdang Bedagai yang mau angkat bicara soal dugaan korupsi di Dinas Kesehatan. Padahal, dugaan ini muncul setelah BPK melakukan pemeriksaan terhadap neraca keuangan Pemkab Sergai TA 2014.

Sekeratris Dinas Kesehatan Serdang Bedagai, dr Helmi Sinaga pun seolah buang badan. Melalui pesan singkat yang dilayangkan Helmi menjawab pendek, Senin (6/1). ‘’Kebetulan saya masih baru pak, jadi saya gak bisa menjawabnya.’’

Pejabat tertinggi di Pemkab Sergai pun setali tiga uang dengan Helmi. Bupati Soekirman, malah tak merespon sms konfirmasi yang dilayangkan.

Sekadar mengingatkan, dari laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (LHP BPK-RI) Nomor 04.A/LHP/XVIII.MDN/05/2014 tanggal 2 Mei 2014, ditemukan banyak kejanggalan. Atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) pada Neraca 31 Desember 2013 itu, BPK menyajikan nilai utang pada Dinas Kesehatan sebesar Rp1.438.534.800. Utang tersebut merupakan nilai dari tujuh paket pekerjaan yang telah selesai dikerjakan oleh rekanan, namun belum dibayar hingga 31 Desember 2013. Loh ada apa ini?

Laporan BPK itu merinci temuan-temuan proyek di Dinas Kesehatan Serdang Bedagai. Diantaranya, pembangunan Puskesmas Pembantu Desa Limbon, pembangunan Garasi kapal Puskesmas Beringin dengan jumlah utang Rp 474.325.000, pengadaan Notebook E-Puskesmas Rp134.000.000, pengadaan printer Rp 12.400.000, pengadaan Aplikasi E-Puskesmas Rp 51.600.000, pengadaan Peralatan Jaringan Komputer Rp 26.270.000, dan pengadaan Komputer PC E- Puskesmas dengan jumlah utang Rp 189.600.000.

Info lain yang dikumpul koran ini malah menyebutkan, sedikitnya 10 item dugaan korupsi DAK (Dana Alokasi Khusus) di Dinas Kesehatan Serdang Bedagai TA 2014. Dugaan korupsi ini dilakukan dengan cara-cara sangat halus. Salah satunya dengan memenangkan CV Elvis Sarana Medilab untuk dua item pekerjaan. Diantaranya, pengadaan mobiler untuk Poskesdes dan Puskesmas.

‘’Diduga untuk menghindari lelang umum, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yakni Kadinkes Sergai, drg Zaniar MAP melakukan pemaketan langsung kepada perusahaan  CV Elvis Sarana Medilab,’’sebut sumber koran ini.

Item lainnya, terkait pemotongan dana BPJS sebesar 20-30 persen. Dugaan modusnya, bendahara Dinkes mengeluarkan amprah yang ditandatangani tenaga medis puskesmas dan puskesmas pembantu. Namun dalam realisasinya, dana tersebut tidak sesuai dengan yang tertera pada amprah.

Dinkes juga diduga marka up pengadaan 2 unit note book Tahun 2014. Harga 1 unit laptop dibanderol Rp24 juta. Selain itu, dugaan manipulasi pengadaan dan cetak biaya perjalanan dinas di setiap Puskesmas, dengan nominal rata-rata Rp25 juta.

Selanjutnya, dugaan korupsi pengadaan garasi kapal senilai Rp474 juta pada TA 2013. Padahal TA 2012 anggaran yang sama telah digelontorkan.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kesehatan Sergai belum berhasil dikonfirmasi. Layanan pesan singkat dan telepon ke nomor handphone sang kadis, 08223490****, tak mendapat jawaban memuaskan. Demikian pula dengan nomor handphone milik Bupati Sergai Soekirman dan wakilnya.. (red)

Loading...