MEDAN|Keterangan Kapolri, Jenderal Tito Karnavian yang menyebut jika kamar mayat akan menjadi tempat peristirahatan para bandar narkoba tampaknya bukan isapan jempol belaka. Kini Sat Narkoba Polrestabes Medan pun membuktikannya. Dua bandar narkoba, Far dan Fer (27) warga Jl Karya Jaya Gg Glugur, Kec Medan Johor, ditembak mati petugas, Senin (6/2/2017) malam.

Bermodalkan informasi dari masyarakat, Satuan Reserse Narkotika dan Obat-obatan Kepolisian Resor Kota Besar Medan berhasil membongkar jaringan narkotika jenis sabu. Tidak tanggung-tanggung, 11 kilogram sabu berhasil disita. Namun, dua tersangka harus meregang nyawa karena melawan petugas saat dilakukan pengembangan, Senin, (6/2/2017).

Selain itu, istri Fer, PR (27) juga turut diamankan petugas dengan total barang bukti narkoba jenis sabu seberat 11 kg sabu.

Kapolrestabes Medan, Kombes Sandy Nugroho saat dikonfirmasi mengaku jika penangkapan yang dilakukan pihaknya bermula dari laporan masyarakat yang menyebut adanya transaksi narkoba. Seketika pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

“Awalnya kami mengamankan Fer dengan barang bukti 2 kg sabu. Selanjutnya kita lakukan penggeledahan dikediaman tersangka dengan mengamankan istrinya, PR dengan barang bukti 2 kg sabu juga,” ucap Sandy, Selasa (7/2/2017) pagi.

Dikatakan perwira dengan tiga melati emas dipundaknya ini, usai mengamankan kedua tersangka, pihaknya pun melakukan pengembangan dan kembali mengamankan Far dengan barang bukti 7 kg sabu.

“Saat hendak kita lakukan pengembangan kembali dengan mencari barang bukti lainnya, Far dan Fer melakukan perlawanan. Meski sudah kita beri tembakan peringatan, tersangka tetap melawan, hingga kita beri tindakan tegas terukur ke tubuh tersangka,” ungkap Sandy.

Lanjutnya, jika kini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap PR guna mengetahui jaringan maupun lokasi penyimpanan narkoba oleh tersangka.

“Modus tersangka menyembunyikan narkoba didalam makanan ringan bertulisan cina. Total barang bukti yang kita amankan 11 kg sabu. Kita juga akan merelease kasusnya di RS Brimob pukul 10.00 WIB nanti,” tandas Sandy.

Tidak mau buruannya kabur, petugas akhirnya menembak mati keduanya setelah dilakukan tembakan peringatan. “Di perjalanan, keduanya menyerang petugas dan berusaha melarikan diri, sehingga petugas memberikan tembakan peringatan tetapi tidak diindahkan sehingga dengan sangat terpaksa petugas melakukan penembakan ke arah tubuh tersangka hingga akhirnya tewas berkalang tanah,” tandas mantan Kapolres Bandung ini.

Guna mendalami kasus tersebut, kini PR yang telah kehilangan suami untuk selamanya itu tengah menjalani pemeriksaan di Satres Narkoba Polrestabes Medan. (Rahmad)

Loading...