Ibu Bayi Korban Penganiayaan Minta Polisi Tangkap Pelakunya

img_20161124_134333

M24.CO|BATUBARA

Inwani br Ritonga alias Iin alias Dewi (27), Dusun Kampung Baru, Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai ibu Ryzki, bocah yang masih berumur 1,3 tahun alami penganiayaan hingga patah tangan dan kaki itu diamankan di Limau Manis, Lima Puluh, Batu Bara pada Rabu (23/11) itu.

Menurut pengakuan Iin di Mapolsek Indrapura, Kamis (24/11)  mengatakan, Ia tidak ada melakukan penganiayaan terhadap anaknya Ryzki.

Dijelaskannya, saat itu Iin sedang menyapu dihalaman warungnya di Limaumanis, Limapuluh, Kabupaten Batubara. Tiba – tiba ia mendengar suara Ryzki menjerit disusul suara kekasihnya inisial ‘PB’ yang memanggilnya dari dalam kamar.

“Saat itu aku langsung masuk kedalam warung, kutengok Rizki menjerit dan ada darah ditempat tidurnya, aku panik tak bisa apa-apa lagi, lalu Rizki kami bawa ke Puskesmas Petatal”, jelas Iin.

Diceritakan Iin, sejak malamnya Ryzki sudah demam, kalau dia demam ‘PB’ kekasihnya itu yang selalu membawanya berobat, tapi dia selalu ngomel dan uring – uringan kalau membawa anaknya itu sakit.

Pagi itu Ryzki memang ditinggal berdua dengan PB dikamar, hingga ia melihat kejadian itu. Begitu melihat Ryzki berdarah – darah ia sempat bertanya kenapa anaknya, tapi PB yang menjawabnya.

“Mau kuluruskan, mau kuluruskan apa”. kata PB menjawab Iin, dia melihat bagian betis Ryzki koyak seperti sayatan sepanjang 10 cm. Tapi tidak memperhatikan disekitarnya ada pisau atau alat yang melukai korban saat itu.

Sepulang dari Puskesmas, Iin dan PB mengantarkan Ryzki ke Sabirin di Tanjunggading (ayah biologis anak/red). Setelah itu dia pulang ke warungnya di Limaumanis. Lalu PB pergi dan tak datang lagi.

Kata Iin, PB baru dikenalnya sekitar tiga bulan yang lalu saat dia singgah ke warung Iin. PB sendiri adalah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Batu Bara, tapi PB merupakan warga Perdagangan.

Iin mengharapkan agar PB ditangkap dan dihukum berat. Begitu juga ayah biologis Ryzki, yaitu Sabirin yang tidak pernah memberi nafkah selama ini. Bahkan pada saat ia menyerahkan anaknya ke Sabirin di Tanjunggading itu, ia meminta agar Sabirin membawa Ryzki berobat, malah hanya memberi uang Rp 200 ribu saja saat itu.

“Aku sedih macam orang gila waktu itu, sudah gitu Ryzki tak ada didekat ku, makanya Sabirin ku telpon agar mau mengambil Ryzki”, ucap Iin.

Kapolsek Indrapura AKP Kusnadi melalui Kanit Reskrim Iptu JH Sinaga mengatakan, Iin ditemukan di warungnya di Limaumanis saat itu.

“Tidak ada banyak pertanyaan dari Iin saat kita datang, ia koperatif dan langsung ikut ke Mapolsek untuk diambil keterangannya”, terang Kanit.

Sesuai Informasi yang diterimaM24.CO, berdasarkan hasil rontgen, Ryzki saat ini telah mengalami dua patah ditangan kanan, tiga patahan di kaki kiri dan satu patah yang lama dipinggangnya itu. (hari)

Loading...
author