Ini Dia Raja Peras Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan

M24.CO|MEDAN

Tim Khusus yang tergabung dari Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Poldasu serta Mabes Polri melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dua tersangka terkait kasus pemerasan dalam khasus dwelling time (waktu bongkar muat) di Pelabuhan Belawan. Keduanya masih dilakukan pemeriksaan oleh petugas.

“Ada dua yang diamankan. Inisialnya keduanya P dan H mereka bekerja di swasta,” ujar Wakapoldasu Brigjen Pol Adhi Prawoto kepada wartawan di Mapoldasu, Kamis (6/10) siang.

Dalam kasus tersebut, setelah beberapa waktu petugas melakukan penyelidikan, akhirnya tim khusus kepolisian mengamankan keduanya pelaku. Mereka diamankan, Senin (3/10) sore di kafe D’Coffe yang berada di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

Ada pun modus pemerasan tersebut, korban dimintai uang sebesar Rp 141 juta rupiah untuk pembayaran upah buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) oleh pelaku. Dan kalau tidak melakukan pembayaran, kapal korban tidak diperbolehkan bersandar di dermaga pelabuhan Belawan.

“Yang diserahkan awalnya masih Rp 75 juta. Saat itu yang bersangkutan kebingungan karena diminta biaya oleh oknum yang mengatasnamakan perusahaan bongkar muat. Karena kebingungan, yang bersangkutan menerimanya dan membayar sejumlah uang tadi hingga dilakukan OTT,” ujar Direktur Ditreskrimum Poldasu, Kombes Pol Drs. Nurfallah, SH.

Ditambahkannya, dari pengakuan yang bersangkutan, uang tersebut akan diserahkan sebahagian kepada koperasi buruh. Sementara korban mengaku tidak menggunakan jasa buruh dan sudah menyediakan alat untuk melakukan bongkar muat.

“Kalau mengarah ke yang lain, masih kita lakukan pendalaman. Nanti akan kita sampaikan hasilnya,” akhirnya. (tun)

Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.