Inilah Kronologis Polisi ‘Tembak Mati’ Rawi

330

MEDAN|Petugas gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Poldasu, Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Barat akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap Indra Gunawan alias Kuna (34) di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat beberapa waktu lalu.

Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dalam keterangan persnya di RS Bhayangkara Medan mengatakan kedelapan pelaku yang berahisl diamankan adalah Rawindra alias Rawi (40) warga Jalan Waru No. 63 Medan, Jo Hendal alias Zen (41) warga Jalan Sukaraja, Kabupaten Batubara, Putra (31), Chandra alias Ayen (38) warga Jalan Tulang Bawang No. 6 Kecamatan Medan Petisah dan John Marwan Lubis alias Ucok (62) warga Jalan Sei Deli Medan dan RZ. Kemudian dua pelaku pembatu lainnya adalah Wahydudi alias Culun (32) warga Jalan Karya, Kecamatan Medan Johor dan M. Muslim (31) warga Jalan Sampali, Kecamatan Medan Area dan SJ alias Raja, Warga Medan ditangkap di Jambi.

“Ternyata mereka juga mendapat tugas untuk membunuh korban 18 Januari lalu. Nah dari mereka lah kita melakukan penelusuran siapa yang menyuruh melakukan pembunuhan,” ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.

“Culun dan Muslim ini merupakan pelaku percobaan pembunuhan korban 5 April 2014 lalu,” kata Rycko.

Dari pengakuan Muslim dan Culun, polisi mendapatkan nama Jo Hendal alias Zen yang berperan sebagai pengendara motor saat pembunuhan terjadi. Dalam pemeriksaan, Jo Hendal mengaku diperintah oleh Ketua AMPI Rayon Medan Petisah Rawindra alias Rawi yang ditembak mati. Kemudian polisi menangkap Putra yang menjadi eksekutor penembakan.

“Saat penangkapan Rawi melawan dengan menggunakan samurai sehingga ditembak petugas dan meninggal dunia, begitu juga Putra. Keduanya meninggal dunia,” kata Rycko.

Informasi diperoleh, sebelum ditembak mati polisi, Ketua AMPI Rayon Medan Petisah Rawindra alias Rawi sempat ditangkap terlebih dahulu dan dibawa ke komando. Untuk pengembangan, Rawi dibawa keliling oleh polisi untuk menangkap pelaku lainnya.

Saat itulah Rawi mungkin melawan dengan polisi dan ditembak tepat di dadanya. “Sebelum mati si Rawi sempat dibawa ke kantor polisi, untuk pengembangan dia (Rawi) dibawa keliling polisi, mungkin melawan dia, makanya ditembak,” cerita sumber.

Sementara, otak pelaku pembunuhan korban adalah SJ alias Raja yang ditangkap di Provinsi Jambi. Raja diketahui seorang pengusaha tambang. Para pelaku dijanjikan dibayar sebesar Rp 2,5 miliar untuk menghabisi nyawa korban.

“Sudah diterima Rp 50 Juta oleh tersangka Rawi, kita masih terus mendalaminya,” kata Kapolrestabes Medan.

Sandi mengatakan motif pembunuhan korban adalah dendam pribadi. Tersangka SJ tidak terima dengan kata-kata korban yang menyakiti hatinya. “Motifnya adalah dendam pribadi,” kata Kapolrestabes Medan.

Sementara, kerabat korban bernama Mohan menyangka SJ yang dimaksud merupakan pengusaha tambang yang juga Ketua Organisasi Agama Hindu di Sumut.

“SJ saya duga si Raja, dia memang tinggal di Jambi, jadi memang kasus ini terkait dengan kritikan korban terhadap kepengurusan SJ sebagai Ketua Organisasi Agama Hindu,” kata Mohan, seraya mengapresiasi polisi mengungkap kasus pembunuhan ini.

Terpisah, adik salah seorang tersangka Rawi, di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, Jalan Wahid Hasyim, menangis histeris melihat jasad abangnya ditembak mati polisi.

“Polisi biadap, kenapa abangku dimatikan,” ucap adik tersangka Rawi. “Buat apa kalian tahu namaku,” bentaknya kepada wartawan.[tim]

Loading...