Istri Jadi TKI, Anak Dipaksa Melayanai Nafsu Ayah

M24.CO|PERCUT
Sejak ditinggal ibunya ke Malaysia, Sari (samaran, red) kerap dipukuli HB. Tidak hanya itu, remaja 14 tahun ini juga ditiduri ayah kandungnya itu. Berkali-kali. Biadab!!!

Peristiwa tragis itu terungkap, Senin (17/10/2016). Ketika itu, Sari yang sudah dua hari tidur di rumah temannya di Desa Sandirejo Timur, Kec Percut Sei Tuan diminta tetangganya, Ita untuk singgah ke rumahnya.

Sri lalu menceritakan alasannya tidak pulang karena takut dipukuli ayah kandungnya HB. Ketika itu Ita masih menanggapinya dengan biasa. Pasalnya, ia sudah sering mendengar bahkan menyaksikan langsung pemukulan yang dilakukan HB.

Yang membuat Ita tersentak adalah alasan Sari setelahnya. ” Tidak saya saja yang tahu, warga lain itu sudah tahu kalau bapaknya korban sering mukuli anaknya. Tapi saat saya mendengar korban sudah ditiduri, jujur saya terkejut kali,” kata Ita yang ditemui di Mapolsek Percut Sei Tuan.
Belum hilang terkejutnya, HB datang ke rumah Ita dan memaksa Sari untuk pulang. Meski takut, Sari menolak untuk pulang. Melihat itu, Ita pun pasang badan untuk menahan Sari di rumahnya.

Ketegangan pun terjadi. HB yang sudah emosi nyaris memukul Ita sebelum pergi begitu saja. Ita lalu melaporkan kejadian itu kepada Kepala Desa, Joko Susilo yang kemudian Kendampingi korban membuat laporan ke Mapolsek Percut Sei Tuan.

Kepada petugas Sari pun membeberkan tragedi yang menimpanya sejak awal Maret 2016. Ketika itu, perekonomian keluarga mereka tengah sulit. Ayahnya hanya bekerja serabutan. Sang ibu pun berinisiatif mencari rezeki ke negara tetangga Malaysia sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Mirisnya, HB yang dipercaya dapat menjaga anak-anaknya justru menghancurkan masa depan Sari. Ia menjadi pelampiasan hasrat biologis HP yang tiga pekan tak tersalurkan. Tak cuma sekali, anak kandungnya itu dicabuli berkali-kali di rumahnya Jln Aceh Perumaha Tri Selah, Dusun 9, Kec Percut Sei Tuan.

“Sudah sering bapak melakukannya, saya sampai tidak ingat,” tutur Sari.Menurut siswi kelas II salah satu SMP swasta di kawasan Percut Sei Tuan ini, pencabulan itu dilakukan HB sebulan setelah kepergian ibunya ke Malaysia. Memanfaatkan suasana rumah yang tengah sepi. Di bawah ancaman, penolakannya pun tak berguna.

“Aku terkejut, pas waktu tidur bapak tiba-tiba masuk ke dalam kamar. Dibanguninya aku dan memaksaku melepas pakaian sambil mengancam kalau melawan aku akan dipukuli. Baru setelah itu ditidurinya,” bebernya.

Setelah syahwatnya tersalurkan, HB meninggalkannya begitu saja. Ternyata hal itu membuat HB ketagihan meminta ‘jatah’ dari putri kandungnya, setiap kondisi rumah sepi. Lagi-lagi, dibarengi dengan ancaman, Sari diminta menanggalkan bajunya satu persatu.

“Lepas pakaian gitu, dari bawah ke atas. Abis itu barangnya (HB) digesek-gesek ke punyaku,” tutur korban.Setelah memberikan keterangan, sekitar pukul 16:00 WIB, korban bersama warga lainnya pulang.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Lesman Zendrato yang dikonfirmasi mengatakan telah menerima laporan korban. “Laporan korban sudah kita proses. Dalam pengakuannya, korban hanya dicabuli. Setelah keluar keterangan hasil visum, kita akan melakukan tindakan,” ungkap Lesman Zendrato. (metro24/lando)

Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.