Jadi Tersangka, Malah Ahok Seperti Menantang?

M24.CO|JAKARTA

Tak ada sedikit pun ekspresi kepanikan di wajah calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat Kepala Bareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto mengumumkan statusnya sebagai tersangka kasus penistaan agama, kemarin. Ahok malah berkelakar, bangga menjadi tersangka.

“Tersangka ya tersangkalah. Bangga saya malahan, Ahok dipenjara karena dizalimi, top gue,” kata Ahok.

Juru bicara tim pemenangan pasangan Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul, mengatakan jagoannya itu memang sudah memiliki firasat bakal menyandang status tersangka akibat ujarannya menyitir Surat Al Maidah Ayat 51 di hadapan warga Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 27 September lalu.

“Ahok bilang ke saya, “Bang, kayaknya saya akan jadi tersangka”,” akunya. Ruhut pun meminta Ahok tetap semangat dan berikrar, seluruh tim kampanye siap mengawal proses hukum sekaligus memenangkan Ahok-Djarot satu putaran.

Ahok juga tidak cemas, ketika status tersangkanya disertai pencekalan. “Kalau sampai kasus penistaan agama sampai pengadilan, bagus saya bilang. Karena apa, biar semua orang lihat (kasus) ini masuk akal enggak?” ujarnya.

Ahok juga menantang akan mempraadilkan status tersangkanya sebelum kemudian diralat oleh tim kuasa hukumnya.

Pengamat sosial, Achmad Chusairi, menilai sikap yang terkesan menantang dari Ahok ini hanyalah reaksi emosional pribadi, meski secara substansial hanya menegaskan kesiapannya menjalani proses hukum.

Jika kemudian pernyataan Ahok menimbulkan persepsi lain di masyarakat, mengingat kasus penistaan agama oleh mantan bupati Belitung Timur itu sedang menjadi pusat perhatian, Chusairi berpendapat, publik tetap harus berpikir jernih.

“Masyarakat tidak bisa langsung menyimpulkan kalau Ahok menantang,” ujarnya.

Namun demikian, pernyataan Ahok soal “bangga menjadi tersangka” atau “ingin segera menjadi terpidana” menurut Chusairi, secara tidak langsung akan merugikan secara politik karena Ahok bakal menghadapi kontestasi pilkada.(red)

Loading...
author