Jaksa Marahi Dirut Utama Bank Sumut

ANSA===Banyak Tak Tahu, Jaksa Marahi Dirut Utama Bank Sumut Edie Rizliyanto

ANSA===Banyak Tak Tahu, Jaksa Marahi Dirut Utama Bank Sumut Edie Rizliyanto

M24.CO|MEDAN
Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Netty Silaen dan tim marahi Edie Rizliyanto selaku Dirut Utama Bank Sumut karena banyak tak tahu dalam kesaksiannya untuk dua terdakwa mantan Direktur Operasional Bank Sumut, M Yahya dan M Jefri Sitindaon selaku mantan Asisten III Divisi Umum Bank Sumut.

“Saksi ini banyak mengaku tidak tahu seharusnya saksi persiapkan semuanya sebelum memberikan kesaksian. Saudara ini kapasitasnya masih sebagai saksi jangan minta jawaban dari penasehat hukum,” kata Netty Silaen dengan nada tinggi, di ruang Cakra 7, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sabtu (26/11).

Edie Rizliyanto selaku Dirut Utama Bank Sumut hanya terdiam dan menganggukkan kepala. “Iya buk jaksa,” ucapnya singkat dihadapan Ketua Majelis Hakim, Ahmad Sayuti saat memberikan kesaksian atas kasus korupsi dana pengadaan sewa mobil dinas dan operasional Bank Sumut yang merugikan negara Rp10,8 miliar.

Dalam kesaksian Edie mengatakan dirinya tidak banyak tahu soal kasus sewa menyewa mobil dinas bank sumut. Dirinya mengklaim bahwa tahunya ada persoalan dalam kasus tersebut setelah diperiksa di OJK. “Saya tahu kasus Bank Sumut ini pada saat diperiksa di OJK,” bilang Edie.

Menurutnya, adapun aturan yang dilanggar dalam kontrak Bank Sumut tersebut yakni pembayaran kontrak. Namun dirinya mengatakan tak tahu soal berapa pembayaran yang sudah dibayarkan dalam sewa menyewa mobil tersebut. “Saya tidak tahu berapa sudah dibayarkan dalam kontrak. Karena dalam hal pembayaran saya tidak mengetahui,” lanjutnya.

Saat ditanya jaksa apakah Edie mengetahui hasil akhir kegiatan sewa menyewa dan apakah mendapatkan laporan, dia mengaku ada. “Secara teknis saya pernah dapat laporan sewa menyewa tersebut,” jawabnya.

Edie juga menyebutkan dirinya tidak ada baca rincian kontrak sewa menyewa yang pada awalnya hanya 1 tahun menjadi 3 tahun tersebut. “Saya ada baca kontrak itu. Tapi saya tahu kontrak untuk satu tahun. Dan saya lupa tanggalnya. Saya tahu kontrak 3 tahun setelah ada pemanggilan OJK, karena pada saat usulan 3 tahun tersebut saya belum masuk jadi saya tidak tahu,” paparnya.

Saat hakim menanyakan kembali siapa yang bertanggung jawab keseluruhan dalam kasus Bank Sumut ini yang membuat sewa menyewa ini bermasalah. Edie dengan gampang menjawab Irwan Pulungan selaku PPK. “Seharusnya dalam kasus sewa menyewa mobil ini yang bertanggung jawab sampai akhir yakni PPK Irwan Pulungan,” pungkas Edie.

Kemudian Majelis Hakim menunda sidang hingga pekan depan, dan meminta jaksa untuk kembali menghadirkan Edie selaku Dirut Utama Bank Sumut pada saat OJK dihadirkan sebagai saksi.

Seperti diketahui, kedua saksi ini dijadwalkan akan memberikan kesaksian untuk kedua terdakwa yakni mantan Direktur Operasional Bank Sumut, M Yahya dan M Jefri Sitindaon selaku mantan Asisten III Divisi Umum Bank Sumut. (red)

Loading...