Kabid Koperasi Pemkab DS Pukuli Istri Dikecam

127

DELISERDANG I Kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Azwar Nasution SSTP Msi oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan jabatan Kabid Pengawasan dan penindakan di Koperasi Pemkab Deliserdang terhadap istrinya Dessy Nur Syafrida Sunita tampaknya mendapatkan sorotan serius Indonesia Police
Watch (IPW) Propinsi Sumatera Utara.

IPW Sumut mengecam keras tindakan brutal yang dilakukan Azwar Nasution SSTP Msi merupakan seorang pejabat kepada orang dekatnya. “Bagaimana Kabid Pengawasan dan penindakan koperasi bisa menjalankan misi Bupati Deliserdang sebagai pelayan masyarakat, jika terhadap istrinya saja tega bertindak brutal,” ucap Rosminta Br Barus Kordinator Indonesia Police Watch Sumut.

Sebelumnya, Dessy telah melaporkan kasus tindakan brutal ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Percut Sei Tuan pada Minggu (5/2/2017) kemaren sekira pukul 20.30WIB sesuai dengan nomor STTLP/290/II/2017/SPKT Percut. Laporan itu dirinya telah menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya.

Dalam keterangan korban kepada tim penyidik. Korban disiksa hingga babak belur di bagian wajah dan tangan terlihat lembam, bagian dadanya terlihat luka bekas cakaran dan dibangian kepalanya bendol.

“IPW mendesak Kapoldasu agar memerintahkan Kapolsek Percut Sei Tuan segera memproses kasus ini sehingga pelaku bisa dikenakan pasal berlapis. Pertama, pelaku dikenakan pasal penganiayaan sesuai KUHP sehingga harus segera ditahan. Kedua, pelaku dikenakan sanksi indisipliner karena diduga melakukan perselingkuhan,” kata dia.

Rosmita menuturkan, di era Kapolri Badruddin Haiti, seorang Kapolres yang kedapatan mempermainkan laporan masyarakat dalam kasus KDRT tanpa basa basi dicopot dari jabatannya.

Untuk itu, kata dia, Kapolri Tito Karnavian harus bertindak tegas dan segera memerintahkan Kapoldasu untuk melakukan pemeriksaan terhadap Kapolsek Percut Sei Tuan karena kuat dugaan pelaku penganiayaan itu dengan oknum Polisi ada main mata sehinga terkesan kasusnya sengaja di persulit.

“Tindakan tegas perlu dilakukan karena hal ini sesuai dengan visi misi Kapolri Tito untuk melakukan revolusi mental di Polri. Target pertama dari revolusi mental itu adalah membersihkan Polri dari aparatur yang brutal dan tidak menghargai HAM,” jelasnya.

Karena itu, IPW juga berharap Bupati Deliserdang H.Ashari Tambunan bereaksi cepat untuk mencopot jabatannya agar kasus ini, menjadi contoh terhadap pejabat yang tak taat hukum.

“Begitu juga organisasi-organisasi perempuan, jangan mendiamkan kasus ini. Tapi segera mendesak Kapoldasu untuk menuntaskan kasus ini. Tujuannya agar para perempuan tidak terus menerus menjadi korban brutal,” kata wanita yang menetap di jalan Jamin Ginting ini.

Sementara itu Dessy Nur Syafrida Sunita saat dikonfirmasi , mengaku akibat penganiayaan yang dilakukan sumainya terpaksa dua hari sekali berobat ke rumah sakit hal itu akibat benturan pada waktu itu “ Istri yang mana tidak marah kalah melihat suaminya lagi berduan dalam rumah yang setatusnya bukan mukrim” kata Dessy.

Sebenarnya kasus penganiayaan ini bukan kali ini di lakukan Azwar Nasution tetapi semasa dia (Azwar Nasution) menjabat sebagai Camat di STM Hilir juga sudah pernah. Waktu itu dilakukannya dihadapan Stapnya. Tapi waktu itu ngak saya sampaikan keranah hukum tapi kalau perbuatannya kali ini tidak bisa saya maaf kan ini menyangkut harga diri. ( Aswar)

Loading...