Kasus Pembakaran Kapal di Kualuhleidong Diharapkan Tidak Membesar

168

leidongM24.CO | LABUHAN BATU UTARA – Kasus pembakaran tiga boat oleh nelayan tradisional di Simandullang Kecamatan Kualuhleidong Labuhanbatu Utara (Labura) diharapkan tidak membesar.  Untuk itu, antara pengusaha dengan nelayan diminta duduk bersama menyelesaikan masalah yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

Hal itu dikatakan Ketua DPRD Labura Drs H Ali Tambunan saat bertemu dengan masyarakat nelayan dan pengusaha yang difasilitasi Kepala Desa Simandullang Sangkot di salah satu vihara yang ada di desa pantai itu, kemarin.

“Saya dapat laporan ada upaya mediasi yang dilakukan unsur pimpinan kecamatan semalam. Kita harapkan masalah ini dapat diselesaikan dan tidak semakin membesar,” katanya.

Kemudian ia juga meminta agar pengusaha tidak menggunakan cara-cara illegal demi mendapatkan hasil tangkapan yang besar.

“Silahkan cari ikan sebanyak-banyaknya. Tapi jangan sampai melanggar aturan dan merugikan nelayan kecil,” himbaunya sambil menambahkan hasil laut itu hendaknya dapat dirasakan oleh pengusaha dan nelayan.

Kemudian kepada aparat keamanan diminta agar menjaga situasi agar tetap kondusif.  “Saya mendengar ada upaya dari pihak pengusaha untuk tetap mengorasikan pukat trawl gandeng malam-malam. Kalau hal ini dilakukan sebelum ada kesepakatan, kami dari DPRD akan menjadi lawan anda bersama dengan masyarakat,” tambahnya.

Berkaitan dengan penahanan 17 nelayan oleh Polres Labuhanbatu, Ali mengatakan akan berupaya membicarakannya melalui Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Kesepakatan atau perjanjian damai nantinya akan kami jadikan bahan untuk mencari solusi terbaik agar persoalan ini dapat selesai,” sebutnya.(Red)

Loading...