MEDAN|Mandor pada proyek revitalisasi terminal terpadu amplas yang dikerjakan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Medan, segera akan dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (kejatisu), dalam waktu ini.

“Kita akan melakukan pemeriksaan saksi dari pengawas proyek Terminal Amplas, dan sudah dijadwalkan, untuk dipanggil dalam waktu ini,” jelas Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian melalui ‎Kasubsi Humas Penkum Kejati Sumut Yosgernold Tarigan, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu, (11/1).

Yosgernold Tarigan, menyebutkan pemanggilan pengawasan proyek‎ untuk mengetahui proses pengerjaan terhadap terminal di Amplas itu, secara fisik yang dilakukan Dinas Perkim Kota Medan.”Kemudian, untuk melengkapi berkas perkara yang kita tangani saat ini,” ucapnya.‎

Begitu juga, penyidik juga akan melakukan pemeriksan terhadap tiga tersangka pada bulan Januari 2017 ini. Namun, belum diketahui penjadwalan pemanggilan ketiga tersangka tersebut.

“Saksi-saksi dulu, baru lah berkembang lagi pemanggilan tersangka. Kalau itu, belum ada jadwalnya yang pasti,” tutur Yosgernold‎.

Dengan itu, pihak Kejati Sumut terus melakukan penyidikan secara optimal atas mega proyek di Terminal Amplas itu.”Kita ‘go show’ artinya lanjut terus penyidikan sesuai dengan koridor hukum yang ada,” ujarnya.

Diketahui, permasalahan yang timbul dalam proyek revitalisasi Terminal Terpadu Amplas ini dikabarkan pelaksanaan pekerjaannya tidak selesai tepat waktu dan pembangunan tidak sesuai dengan kontrak kerja sehingga pekerjaan dinilai amburadul serta tidak maksimal. Akan tetapi, serah terima pekerjaan telah dilaksanakan. Semula proyek dikerjakan awal September 2015 dan harus selesai akhir Desember 2015.

“Untuk modusnya mudah diketahui, bahwa Volume pekerjaan dan spesifikasi‎ tidak sesuai dengan kontrak kerja yang dilakukan,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Pemko Medan menganggarkan revitalisasi Terminal Amplas senilai Rp 10 miliar. Sedangkan untuk revitalisasi Terminal Pinang Baris dianggarkan Rp 8 miliar. (rivan)

Loading...