Kejatisu Belum Terima Balasan Soal Kasus Ramdhan Pohan

145
kejatisu

kejatisuM24.CO|MEDAN
Sudah dua pekan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menyurati (P-20) Polda Sumut. Namun, hingga saat ini belum ada balasan surat berupa berkas perkara‎ kasus penipuan dan penggelapan senilai Rp 4,5 miliar dengan tersangka‎ Ramadhan Pohan dan Savita Linda Hora Panjaitan, yang diterima oleh pihak Kejaksaan.

Bobbi mengatakan surat (P-20) tersebut disampaikan pihaknya pada tanggal 30 September 2016. Namun, belum ada respon dari pihak penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Sumut.

“Belum ada balasannya, sudah terhitung dua minggu dari surat yang kita kirim itu,” sebut Bobbi Sandri, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (11/10) siang.

Pihak Kejatisu heran, kenapa proses hukum dan penyidikan yang menjerat Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat lamban ditangani Polda Sumut. Apa menjadi kendalanya?. Bobbi menyerankan kepada awak media untuk menanyakan hal tersebut kepada pihak kepolisian. “Coba tanya lah, kenapa bisa begitu dan apa kendalanya itu,” tutur Bobbi Sandri.

Bobbi menjelaskan penyampai P-20 untuk mempertanyakan upaya hukum dilakukan oleh pihak kepolisian atas kasus ini. Setelah berkas perkara itu, dikembalikan kepada Polda Sumut untuk dilengkapi atau P-19.‎ “Yang pastinya sudah kita kirim surat untuk mempertanyakan proses penyidikan tersebut,” jelasnya.

Untuk diketahui, setelah dilakukan penelitian berkas milik kedua tersangka. Jaksa peneliti Kejatisu menyimpulkan terdapat kekurangan sehingga berkas perkara dikembalikan ke Penyidik kepolisian untuk dilengkapi atau P-19. Berkas itu, dikembalikan ke Polda Sumut, beberapa waktu lalu. Namun, belum ada kelanjutan berkas itu, kepada Kejatisu.

“Jaksa peneliti di Kejatisu, diketahui berkas masih kurang lengkap ‎sehingga di P-19. Berkas masih kurang lengkap baik dari syarat formal dan materil. Secara umum Formal meliputi administrasi pada berkas dan materill meliputi isi berkas yang terkait dengan unsur pasal yang disangkakan oleh penyidik dan juga meliputi keterangan saksi yang ada,” jelasnya.

SPDP itu, disampaikan oleh Penyidik Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Sumut pada 09 Juni 2016. Kemudian, Disinggung bila berkas berstatus lengkap atau P-21. Kemudian, pelimpahan tahap II atau P-21 bersama tersangka. Apakah Kejatisu, akan melakukan penahanan terhadap Ramadhan Pohan dan Savita Linda Hora Panjaitan. Bobbi belum bisa mengomentarkan hal tersebut.

“Kita tunggu kebijakan (Jaksa Penuntut Umum) nantinya lah. Tahap I belum, masih menunggu tahap I kita ini,” tuturnya.

Didalam berkas SPDP ini, Pihak kepolisian dari Polda Sumut juga menetapkan Savita Linda Hora Panjaitan yang diketuai sebagai relawan bagian keuangan pada tim Ramadhan Pohan-Eddy Kusuma saat bertarung pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Medan, 2015 lalu. “Dalam satu SPDP ini, ada dua tersangka, yakni Ramadhan Pohan dan Savita Linda Hora,” jelasnya.

Bobbi menjelaskan kedua tersangka itu, diduga melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan serta turut melakukan perbuatan dan turut membantu melakukan kejahatan. “Dengan itu, keduanya dijerat dengan Pasal 378 dan atau 372 Pasal 55 1e KUHPidana,” tutur Bobbi. (van)

Loading...