Kejatisu Surati Poldasu Soal Kasus Mantan Cawalkot

129

M24.CO|MEDAN
Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) mengirim surat secara administrasi ke penyidik Polda Sumut, untuk mempertanyakan prihal proses penyidikan kasus penipuan dan penggelapan senilai Rp 4,5 miliar dengan tersangka? Ramadhan Pohan dan Savita Linda Hora Panjaitan.

” Kita sudah sampaikan P-20 ke Polda Sumut untuk mempertanyakan berkas perkara yang masih P-19. Tapi, belum juga disampaikan kepada kita,” sebut Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Bobbi Sandri, Jumat (7/10).

Dia menyebutkan surat P-20 itu, disampaikan kepada penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Sumut, pada pekan lalu. Namun, belum ada balasan surat tersebut dari pihak kepolisian.

“Untuk tanggal berapa surat P-20 disampaikan, saya belum ada. Yang pastinya sudah kita kirim surat untuk mempertanyakan proses penyidikan tersebut,” jelas Bobbi.

Untuk diketahui, setelah dilakukan penelitian berkas milik kedua tersangka. Jaksa peneliti Kejatisu menyimpulkan terdapat kekurangan sehingga berkas perkara dikembalikan ke Penyidik kepolisian untuk dilengkapi atau P-19.

Berkas itu, dikembalikan ke Polda Sumut, beberapa waktu lalu. Namun, belum ada kelanjutan berkas itu, kepada Kejatisu. “Jaksa peneliti di Kejatisu, diketahui berkas masih kurang lengkap ?sehingga di P-19. Berkas masih kurang lengkap baik dari syarat formal dan materil. Secara umum Formal meliputi administrasi pada berkas dan materill meliputi isi berkas yang terkait dengan unsur pasal yang disangkakan oleh penyidik dan juga meliputi keterangan saksi yang ada,” jelasnya.

SPDP itu, disampaikan oleh Penyidik Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Sumut pada 09 Juni 2016. Kemudian, Disinggung bila berkas berstatus lengkap atau P-21. Kemudian, pelimpahan tahap II atau P-21 bersama tersangka. Apakah Kejatisu, akan melakukan penahanan terhadap Ramadhan Pohan dan Savita Linda Hora Panjaitan. Bobbi belum bisa mengomentarkan hal tersebut.

“Kita tunggu kebijakan (Jaksa Penuntut Umum) nantinya lah. Tahap I belum, masih menunggu tahap I kita ini,” tuturnya.

Didalam berkas SPDP ini, Pihak kepolisian dari Polda Sumut juga menetapkan Savita Linda Hora Panjaitan yang diketuai sebagai relawan bagian keuangan pada tim Ramadhan Pohan-Eddy Kusuma saat bertarung pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Medan, 2015 lalu. “Dalam satu SPDP ini, ada dua tersangka, yakni Ramadhan Pohan dan Savita Linda Hora,” jelasnya.

Bobbi menjelaskan kedua tersangka itu, diduga melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan serta turut melakukan perbuatan dan turut membantu melakukan kejahatan. “Dengan itu, keduanya dijerat dengan Pasal 378 dan atau 372 Pasal 55 1e KUHPidana,” tutur Bobbi.

Dengan itu, Pidana Umum (Pidum) Kejatisu sudah menunjuk tim jaksa penuntut umum (JPU) untuk memantau perkembangan kasus yang dilaporkan LHH Sianipar yang mengadu pada 13 Maret 2016, lalu ke Polda Sumut terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan, yang dilakukan mantan anggota DPR RI itu. “Kejatisu telah memerintahkan Tim Jaksa Penuntut Umum untuk mengikuti perkembangan penyidikan perkara tersebut,” jelasnya. (van)

Loading...