Kejatisu Terima Praperadilan Tersangka Bank Sumut

kejatisu

kejatisu

M24.CO|MEDAN
Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menerima Praperadilan dari Irwan Pulungan, satu dari tiga tersangka terkait kasus dugaan korupsi pengadaan kendaraan operasional Bank Sumut, yang dikabarkan akan menjalani praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (12/10).

Irwan Pulungan merupakan daftar pencarian daftar pencarian orang (DPO) terkait sewa menyewa mobil dinas di Bank Sumut.

“Tadi kami dapat undangan praperadilan Irwan Pulungan dari PN Medan untuk sidang tanggal 12 bulan ini (Besok),” kata Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejatisu, Iwan Ginting, (11/10/2016).

Terpisah, M Tamba dibuat geram atas penjadwalan praperadilan Irwan Pulungan. Sebab, segala upaya telah dilakukan tim penyidik mulai dari mengeluarkan status DPO ketiga tersangka serta meminta bantuan Kejaksaan Agung untuk menyebar DPO ketiganya ke seluruh Indonesia juga belum membuahkan hasil.

“Kami sudah cari kemana-mana DPO (Irwan Pulungan) ini tapi belum dapat juga. Tiba-tiba kami dapat surat dari pengadilan untuk sidang praperadilan dia,” katanya.

Tamba mengatakan, kuasa hukum Irwan Pulungan tentunya pasti mengetahui keberadaan kliennya tersebut. Menurutnya, kuasa hukum tersebut dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung pencarian Irwan Pulungan.

“Pengacaranya ini pasti tahu di mana keberadaan DPO kami. Bisa kena UU No 21 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dia ini,” tandasnya.

Sementara itu, Zulfirman, kuasa hukum Irwan Pulungan tak membenarkan bahwa akan dirinya akan mewakili kliennya saat praperadilan nanti.

“Iya memang betul. Ya bagi saya tidak masalah status DPO-nya. Itu yang nanti akan kita buktikan apakah status tersangka klien saya itu sah. Kalau tidak sah, berarti DPO-nya juga gak berlaku lah,” ujarnya.

Irwan Pulungan beserta dua tersangka lainnya masing-masing Zulkarnaen dan Haltafif merupakan buruan tim penyidik Kejatisu. Ketiganya ditetapkan sebagai DPO lantaran tak kunjung penuhi panggilan tim penyidik Kejatisu.

Kejatisu menetapkan ketiga tersangka masuk daftar DPO sejak Selasa (27/9) atau tiga bulan setelah menyandang status tersangka dugaan korupsi pengadaan kendaraan operasional Bank Sumut senilai Rp 18 miliar bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) 2013 dengan jumlah kerugian Negara seniliar Rp 10,8 miliar.

Selanjutnya, tim penyidik bergerak dengan mencetak lima ribu lembar foto DPO ketiga tersangka untuk disebarkan di hadapan masyarakat luas dan di beberapa sarana umum seperti, bandara, pelabuhan dan di Kantor Pusat Bank Sumut di Jalan Imam Bonjol No 18 Medan. (van)

Loading...
author