BELAWAN|Malam ini Kapal Motor (KM) Maju Bersama yang membawa 50 ton bawang merah selundupan tiba di Belawan. KM Maju bersana diamankan Satuan Tugas (Satgas) Patroli Laut (Patla) Bea Cukai Teluk Nibung di Sungai Asahan, Selasa (14/2).

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (Kabid P2) Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Sumatera Utara, Rizal, penangkapan tersebut berawal dari patroli rutin yang dilakukan Bea Cukai Tekuk Nibung. Satgas Patla yang menggunakan kapal BC 1508 melihat KM Maju Bersama tengah ditarik kapal nelayan pukat apung. Melihat hal itu, petugas pun mendekati kedua kapal itu.

“Kecurigaan awal petugas, melihat KM Maju Bersama yang sarat muatan tengah ditarik kapal pukat apung, karena mesin KM Maju Bersama mati,” ungkap Rizal.

Petugas kemudian memeriksa KM Maju Bersama dan memeriksa dokumen angkutan. Namun, para anak buah kapalm (ABK) tak mampu menunjukkan. Pengakuan para ABK, jika KM Maju Bersama berlayar dari Port Klang, Malaysia. Pengakuan ABK dan tak adanya dokumen muatan, petugas pun memeriksa muatan kapal. “Saat diperiksa muatan kapal, berisikan sekitar 50 ton bawang merah dari Port Klang Malaysia, dengan tujuan Tanjung Balai, Asahan,” jelasnya.

Tidak ada dokumen muatan atas 50 ton bawang merah itu, petugas pun menarik KM Maju Bersama ke dermaga Bea Cukai Teluk Nibung, untuk diamankan. Namun, saat penarikan kedua kapal tersebut ke dermaga, Satgas Patla mendapat ancaman dari kapal lainnya. Dimana, sekelompok massa dengan menggunakan satu bot mendekati petugas. Namun, hal tersebut mampu dihalau petugas, hingga massa tidak mendekat dan melakukan penyerangan kepada petugas.

“Saat proses penarikan dilakukan, ada pengejaran dari sekelompok massa yang menggunakan satu bot, berisikan sekitar 25 orang. Namun, petugas berhasil menghalau kapal tersebut,” katanya.(totok)

Loading...