Lanal TBA Amankan Puluhan TKI Ilegal, Ada 1 Anak Perempuan Dibawah Umur

177


TANJUNGBALAI| Menjaga perairan Indonesia, khususnya Selat Malaka, Patroli Keamanan Laut (Patkamla) SSG II-I-47 dengan Komandan Patroli Peltu Suprojo dari Pangkalan Angkatan Laut Tanjungbalai Asahan (Lanal TBA), berhasil mengamankan 89 TKI Ilegal dari satu kapal dan dua sampan pelangsir di perairan Kuala Bagan Asahan Kab. Asahan tepatnya dekat lampu navigasi merah. Hal ini dikatakan Komandan Lanal TBA Letkol Laut (P) Bagus Badari Amarullah didampingi Pasi Intel Kapten Laut (P) M Catur dan Pasop Kapten Laut (P) Krisna, dan Imigrasi Baharuddin.

Dikatakan Bagus, dengan berbekal alutsista yang ada pihaknya melakukan penjagaan keamanan di laut dari perompak, masuknya barang terlarang seperti Narkoba, serta barang barang ilegal yang dapat merugikan keuangan negara. Saat itu pula, TNI AL TBA mendapat dukungan dari masyarakat yang memberikan laporannya, terkait adanya TKI dari Malaysia melalui jalur tidak resmi alias menggunakan jasa tanpa dilengkapi dokumen resmi.

Bagus menuturkan, mendapat info tersebut, diperintahkan komandan Patroli Keamanan Laut SSG II-I-47 Peltu Suprojo beserta anggota untuk melakukan pengecekan. “Tepatnya di Perairan Kuala Bagan Asahan Kab. Asahan tepatnya dekat lampu navigasi merah, kita berhasil mengamankan Kapal KM. Sejati GT. 6 No. 2884/Phb/S7 diduga membawa TKI ilegal asal negara Malaysia berikut kapal pelangsirnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Letkol Bagus, setelah didata dan diperiksa barang bawaan penumpang, diketahui jumlahnya 89 orang yang terdiri : 67 laki laki (LK), 21 perempuan (Pr) dan seorang anak perempuan yang berusia kurang lebih empat tahun.

“Kita periksa baik barang bawaan, kapal, serta olah badan, tidak ditemukan tanda tanda adanya barang terlarang seperti Narkotika dibawa TKI, maka diberikan bimbingan agar tidak berangkat/pulang dari jasa yang tidak terdaftar dipemerintahan, selanjutnya menyerahkan ke 89 orang TKI ke pihak imigrasi TBA,” katanya.

Sedangkan tekong kapal kata Bagus lagi, yang diketahui bernama Rusli Azmi, 45, jalan lopat-lopat LK.IV, Kel. Pematang Pasir, Kec. Teluk Nibung dan ABK bernama Syarifuddin alias Jeben Flores 44, Jln. Tembilik Panton, Desa Bagan Asahan Kec. Tanjungbalai, Kab. Asahan dikenakan UU Pelayaran serta Kapal KM Sejati dan 2 sampan pelangsir diamankan sebagai barang bukti untuk proses lebih lanjut.

Disinggung, apakah Danlanal TBA yang baru menjabat sekitar 2 bulan bisa mengungkap oknum sebagai jasa perjalanan, dan kabarnya setiap TKI selain ongkos juga diminta uang sebesar Rp300 ribu untuk pengamanan aparat, Letkol Laut (P) Bagus menjawab. “Kita akan menyelidikinya bang, namun untuk terima uang yang katanya pengamanan, itu tidak ada,” tegasnya.

Reza, 37, warga Aceh ditanya mengaku, kami dari Malaysia dibebani ongkos sebesar 600 Ringgit atau sekitar Rp1,8 juta, tapi setelah kapal berlayar, kita juga dikutip uang Rp300 ribu. tanpa mengetahui untuk apa uang Rp300 ribu tersebut.

Sedangkan TKI wanita menimpali, aku pulang ke Indonesia dengan jalur gelap, karena bisa habis, ditambah majikan tak memberikan gaji selama enam bulan lamanya, Pungkasnya menutup.(Ambon)

Loading...