Medan | Banyak kutipan yang tak jelas dikenakan terhadap para pedagang kaki lima (PKL) di Jalan KLY Sudarso, Pasar Palapa, Pulo Brayan Kota Medan. Pengutipan yang telah menjurus pemerasan tersebut sampai sekarang belum juga bisa teratasi oleh pejabat terkait.

Menurut Amri (47) pedagang di Pasar Palapa, seharinya saja dirinya harus menyediakan sedikitnya untuk uang kutipan sampai Rp 18 ribu.

“Ya harus bagaimana Bang! Kalau kita tetap mau berjualan kita bayarlah. Kalau dihitung-hitung per harinya bisa sampai delapan kali pengutipan yang dilakukan masing-masing orang atau kelompok,” ucap Amri (47) warga Bagan Deli Belawan yang berjualan kerang, Senin (6/2/2017).

Lain halnya. Boru Silaen (35) pedagang Pajak Mayor, kutipan yang dikenakan terhadap dirinya terbilang sangat memberatkan tapi karena kalau tak dibayar tak dapat berjualan. Kutipan itu akhirnya tetap dibayar juga.
Kutipan yang dikenakan kepada PKL tersebut mulai dari uang kebersihan, uang kebersihan per bulan, uang lapak, uang lampu, uang pemuda setempat, uang angkat barang ke dalam pajak bahkan kata para pedagang entah berapa banyak pula uang preman yang harus disediakan.

Uang kutipan dikutip dari para pedagang yang berjualan di pinggiran Jalan KLY Sudarso, Pulo Brayan Kota, Pajak Batu, Pajak Ikan serta Pajak Mayor. Per harinya nilai banyaknya kutipan yang diambil dari para pedagang bisa mencapai hingga puluhan juta rupiah.(totok)

Loading...