Laporan Belum Diproses Polisi, Pemusik Padang Sidimpuan Boikot Pentas Seni

03102016-013-fgnaM24.CO | PADANG SIDIMPUAN- Sejumlah Musisi dan pengurus Parsadaan (Persatuan) Senik Musik (Persemus) dan P2SM Padang Sidimpuan menyatakan sikap bersama  memboikot seluruh kegiatan seni musik berjenis keyboard (kibot) yang berada di daerah Silandit. Pasalnya, salah satu anggota Persemus dianiaya warga yang kini belum jelas proses hukumnya.

Ketua Persemus, Asrarudin Chaniago dan Ketua P2SM Ahyar kepada M24 .CO Selasa (04/10) mengatakan, pihaknya sangat  menyesalkan adanya aksi anarkis yang dilakukan oknum pada saat digelarnya acara hiburan keyboard di sebuah hajatan di daerah Silandit, Padang Sidimpuan Selatan, Senin (26/9) dini hari.

Menurut keduanya, apa yang dilakukan oknum tersebut sudah sangat meresahkan dan membuat kerugian bagi pemilik keyboard. Parahnya lagi, korban dianiaya hingga mengalami luka parah akibat tidak menerima permintaan beberapa oknum pada saat pesta hajatan di daerah Silandit.

“Sebagai bentuk rasa solidaritas, kami dari P2SM dan Persemus sepakat untuk memboikot segala bentuk kegiatan hiburan musik kibot di daerah itu. Sebab, jika dibiarkan seperti itu takutnya akan mendatangkan kerugian kedepannya,”imbuhnya

Mereka juga meminta pihak  kepolisian  untuk memproses kasus penganiayaan yang sudah dilaporkan. “Kita minta kepada polisi untuk menindak dan menangkap oknum yang dimaksud, apalagi korban dan saksi-saksi sudah memberikan keterangannya,” tegasnya.

Sebelumnya, Pengusaha keyboard  Ahmad Effendi (61) warga Jalan SM Raja, Tanggal, mengaku menjadi korban penganiayaan oleh beberapa oknum saat adanya pesta hajatan di salah satu rumah warga di Jalan BM Muda Lingkungan II Silandit, Senin (26/9) dini hari lalu. Saat itu, korban sebagai pemilik keyboard mengingatkan bahwa waktu sudah habis. Namun beberapa oknum yang diduga sudah dipengaruhi minuman keras meminta agar hiburan musik keyboard dilanjutkan

Namun tiba-tiba saja, beberapa oknum warga marah-marah dan melakukan penganiayaan serta pengerusakan. Akibatnya, korban mengalami luka di bagian bawah mata, gigi putus dan sempat mendapat perawatan di RSUD Kota.

“Kasus ini juga sudah saya laporkan ke Polsek Batunadua, namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya. Bahkan bukan saya saja, ada beberapa lagi anggota (kru keyboard, red) yang menjadi korban dan sudah memberikan keterangan ke polisi,” sebutnya.

Sementara itu, Kapolsek Batunadua AKP Abdi Abdillah membenarkan adanya laporan terkait kasus yang diterima pihaknya. Serupa dengannya, Kanit Reskrim Aiptu Sakti Harahap mengaku, sudah memprosesnya. Namun terkendala dengan hasil visum yang belum diambil di rumah sakit.(Sabar)

 

Loading...
author